Microsoft Ungkap Serangan Siber Tiongkok Lewat Celah Keamanan SharePoint
Teknologi
Keamanan Siber
23 Jul 2025
297 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Microsoft mengidentifikasi kelompok peretas yang didukung oleh negara China terkait kerentanan SharePoint.
Tanggapan Kedutaan China menegaskan penolakan terhadap tuduhan peretasan.
Kerentanan dalam perangkat lunak dapat mengakibatkan dampak serius bagi bisnis dan lembaga pemerintah global.
Microsoft mengumumkan bahwa ada dua kelompok peretas yang didukung oleh pemerintah Tiongkok yang memanfaatkan celah dalam perangkat lunak SharePoint. SharePoint ini dipakai oleh berbagai perusahaan dan lembaga pemerintah di seluruh dunia untuk mengelola dokumen mereka secara mandiri.
Kelompok tersebut adalah Linen Typhoon dan Violet Typhoon. Selain itu, ada kelompok lain yang disebut Storm-2603 yang juga menggunakan celah keamanan yang sama untuk melakukan serangan siber.
Microsoft memperingatkan bahwa serangan ini sudah terjadi secara luas dan mereka yakin para peretas akan terus mengeksploitasi celah tersebut dalam serangan di masa depan yang dapat mengancam keamanan data penting.
Respons dari pemerintah Tiongkok melalui kedutaan besarnya menyatakan bahwa mereka menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa China menolak segala bentuk kejahatan siber dan juga keberatan bila negara lain menuduh tanpa bukti yang kuat.
Kasus ini menjadi perhatian penting di dunia teknologi dan keamanan siber karena menunjukkan modus serangan baru yang memanfaatkan perangkat lunak populer, serta memicu perdebatan mengenai keamanan online dan hubungan internasional mengenai serangan siber.
Analisis Ahli
Brian Krebs (jurnalis keamanan siber)
Kelompok seperti Linen Typhoon menggunakan eksploitasi zero-day yang menunjukkan tingginya kemampuan teknis dan sumber daya yang dimiliki, menandakan bahwa serangan ini sangat terorganisir dan berbahaya.Mikko Hypponen (Ahli Keamanan Siber)
Serangan terhadap platform seperti SharePoint yang banyak digunakan organisasi ini memperlihatkan pentingnya keamanan siber berbasis lapisan dan pembaruan sistem yang cepat untuk menghindari kebocoran data masif.

