AI summary
Unduhan DeepSeek turun drastis, menunjukkan pergeseran preferensi pengguna. Doubao dari ByteDance mengambil alih posisi DeepSeek di pasar chatbot. Tren menunjukkan bahwa aplikasi AI untuk studi dan kerja kantor semakin diminati di China. DeepSeek, sebuah start-up teknologi dari Hangzhou, mengalami penurunan yang cukup besar dalam jumlah unduhan chatbot mereka pada kuartal kedua tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna mulai beralih ke aplikasi AI lain yang lebih fokus pada fungsi belajar dan pekerjaan kantor.Dalam tiga bulan hingga Juni, rata-rata unduhan bulanan chatbot DeepSeek turun hingga 72 persen menjadi 22,6 juta, padahal sebelumnya mereka mendapat keuntungan dari model AI populer seperti V3 dan R1. Meskipun begitu, DeepSeek masih memiliki pengguna aktif bulanan terbanyak di China dengan jumlah 170 juta orang.Namun, pesaing dari ByteDance yang bernama Doubao berhasil mengambil alih posisi unduhan dengan mendapatkan rata-rata unduhan bulanan lebih tinggi sebesar 29,8 juta, juga mengalami kenaikan 9,5 persen. Pengguna aktif bulanan Doubao juga tumbuh 30 persen di periode yang sama.Selain DeepSeek, aplikasi chatbot lain seperti Yuanbao dari Tencent dan Kimi dari Moonshot AI juga mencatat penurunan signifikan dalam unduhan bulanan mereka. Ini menandai pergeseran preferensi konsumen dari chatbot umum ke aplikasi AI dengan fungsi yang lebih spesifik.Laporan yang dirangkum oleh QuestMobile dan National Business Daily menyimpulkan bahwa era chatbot sederhana telah usai dan saat ini aplikasi AI yang dirancang khusus untuk kebutuhan tertentu mulai mendominasi pasar di China.
Penurunan drastis ini mengindikasikan bahwa pengguna tidak lagi puas dengan chatbot yang hanya berfokus pada percakapan umum, mereka butuh solusi AI yang lebih fungsional dan terintegrasi dengan kebutuhan sehari-hari. DeepSeek perlu berinovasi dan fokus mengembangkan AI yang lebih spesifik guna mempertahankan pangsa pasar dan relevansi mereka.