Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Strategi XLSMART Mempertahankan 95 Juta Pelanggan dan Hadapi Persaingan Ketat Telekomunikasi

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
management-and-strategy (8mo ago) management-and-strategy (8mo ago)
21 Jul 2025
160 dibaca
2 menit
Strategi XLSMART Mempertahankan 95 Juta Pelanggan dan Hadapi Persaingan Ketat Telekomunikasi

Rangkuman 15 Detik

XLSMART berfokus pada mempertahankan dan mengembangkan pelanggan pasca merger.
Industri telekomunikasi di Indonesia menghadapi tantangan kompetitif yang signifikan.
Rajeev Sethi menekankan pentingnya investasi yang tepat dalam teknologi untuk kemajuan industri.
PT XL Axiata dan PT Smartfren, bersama PT Smart Telcom, telah resmi merger membentuk perusahaan baru bernama XLSMART. Gabungan ini membentuk entitas besar dengan pelanggan sekitar 95 juta orang. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi mereka di pasar telekomunikasi Indonesia yang sangat kompetitif. Menurut Rajeev Sethi, CEO XLSMART, tugas utama perusahaan adalah mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan mengembangkannya lebih jauh. Mereka tidak ingin kehilangan pelanggan akibat proses merger yang sedang berjalan. Fokus mereka adalah meningkatkan layanan agar pelanggan semakin puas dan terus bertambah. Situasi persaingan di pasar Indonesia cukup ketat. Rajeev mengungkapkan bahwa terkadang operator saling bersaing dengan cara yang kurang rasional, seperti menurunkan harga secara berlebihan. Kondisi ini membuat operator sulit berinvestasi dengan baik agar layanan dan teknologi bisa terus berkembang. Salah satu dampak buruk dari persaingan harga yang tidak sehat adalah kurangnya investasi dalam hal-hal penting seperti pengembangan teknologi 5G. Menurut Rajeev, ini menyebabkan Indonesia tertinggal dibanding negara lain dalam hal kemajuan teknologi telekomunikasi. Dengan latar belakang tersebut, XLSMART fokus tidak hanya mempertahankan pelanggan, tapi juga memperbaiki struktur pasar agar industri lebih sehat. Mereka berharap dengan merger ini, dapat memberikan layanan yang lebih baik dan tumbuh menjadi perusahaan telekomunikasi yang lebih kuat di Indonesia.

Analisis Ahli

Rajeev Sethi
Persaingan yang kurang rasional harus diubah agar investasi di sektor penting seperti 5G dapat meningkat.