AI summary
Eropa berusaha mengurangi ketergantungan pada peluncuran luar angkasa dari AS. Esrange dan Andoya menjadi harapan terbesar Eropa untuk akses mandiri ke luar angkasa. Perusahaan-perusahaan seperti ISAR Aerospace menunjukkan minat besar dari sektor pertahanan untuk peluncuran satelit. Eropa sedang berusaha mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat dalam peluncuran satelit dengan mengembangkan spaceport mandiri di Swedia dan Norwegia. Upaya ini dipicu oleh kebijakan Amerika Serikat dan situasi geopolitik yang membuat Eropa ingin mandiri di bidang ruang angkasa.Pada tahun 2024, jumlah peluncuran satelit oleh AS jauh lebih banyak dibandingkan Eropa, dengan AS melakukan 154 peluncuran dan Eropa hanya tiga. Selain itu, investasi publik Eropa di ruang angkasa masih sangat kecil dibandingkan AS dan negara lain.Esrange Space Centre di Swedia dan Andoya Spaceport di Norwegia menjadi pusat penting untuk peluncuran satelit di Eropa bagian darat. Esrange memiliki keunggulan lahan luas dan fasilitas yang memadai walaupun berada di lokasi yang terpencil, sedangkan Andoya sudah mulai menguji coba roket kecil.Beberapa perusahaan seperti ISAR Aerospace dan Firefly membantu mewujudkan peluncuran roket dari spaceport ini. ISAR Aerospace sudah melakukan uji coba di Andoya dan berencana meluncurkan penerbangan komersial pertama tahun depan, sedangkan Firefly akan memulai peluncuran dari Esrange pada 2026.Dengan dukungan pemerintah dan kebutuhan mendesak dari sektor pertahanan dan komersial, Eropa berharap keduanya dapat memberikan kapasitas peluncuran satelit yang lebih cepat dan mandiri, mengurangi ketergantungan pada AS dan memperkuat posisi di industri ruang angkasa global.
Investasi dan pengembangan spaceport di wilayah utara Eropa ini merupakan langkah strategis yang mendesak mengingat krisis geopolitik dan dominasi AS di sektor ruang angkasa. Namun, Eropa harus mempercepat kemajuan teknis dan pendanaan agar tidak terus tertinggal dalam revolusi satelit LEO yang berkembang pesat.