Peneliti China Kembangkan Cara Menyerang Titik Lemah Bom Bunker Raksasa AS
Sains
Fisika dan Kimia
19 Jul 2025
233 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Peneliti Cina mengidentifikasi kelemahan dalam desain senjata besar AS.
Gunakan senjata anti-pesawat sebagai langkah pertahanan untuk melindungi fasilitas penting.
Simulasi menunjukkan bahwa senjata yang tepat dapat memiliki kemungkinan sukses yang signifikan.
Bom bunker presisi tinggi yang dibawa oleh pesawat siluman B-2 Amerika Serikat sangat sulit untuk dilawan karena lapisan baja tebal di bagian depannya. Senjata ini sering membuat negara kecil tanpa kekuatan udara merasa tidak berdaya saat menghadapi serangan semacam itu.
Namun, para peneliti China menemukan bahwa bagian samping bom tersebut jauh lebih tipis dibandingkan dengan bagian depan. Dengan menargetkan sisi yang lebih lemah ini, mereka berusaha mencari cara agar bom tersebut bisa dirusak atau digagalkan efeknya.
Solusi yang ditawarkan adalah menggunakan senjata anti-pesawat berbiaya rendah dan mudah ditempatkan, seperti meriam Oerlikon GDF yang banyak dipakai di Timur Tengah, termasuk Iran. Senjata ini mampu menembakkan banyak peluru dalam waktu singkat sehingga meningkatkan peluang mengenai target.
Dalam simulasi komputer yang dilakukan oleh peneliti China, meriam Oerlikon GDF menembakkan 36 peluru dalam dua detik dan memiliki probabilitas keberhasilan mencapai 42 persen pada jarak 1.200 meter. Ini menjadi alternatif untuk melindungi situs penting dari serangan bom bunker.
Namun, keberhasilan solusi ini tidak hanya bergantung pada senjata, tapi juga pada kemampuan radar untuk mendeteksi bom serta sistem elektronik yang kuat untuk mempersulit lawan dalam perang elektronik. Dengan kombinasi ini, negara kecil bisa meningkatkan pertahanan terhadap senjata canggih.
Analisis Ahli
Dr. Wei Liu, Ahli Teknologi Pertahanan China
Penggunaan senjata anti-pesawat konvensional untuk menghancurkan komponen penting bom bunker merupakan pendekatan yang inovatif dan menunjukkan bagaimana teknologi sederhana tetap relevan dalam menghadapi ancaman modern.Prof. Michael O'Hara, Pakar Keamanan Global
Mencoba memanfaatkan sisi lemah bom bunker merupakan pendekatan yang masuk akal, namun hal ini memerlukan integrasi radikal dari sistem pendeteksian dan reaksi cepat untuk efektif dalam pertempuran nyata.

