Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pajak R&D dan Dana Pengawasan Perbatasan Memperoleh Keuntungan Besar bagi Perusahaan Teknologi

Finansial
Kebijakan Fiskal
fiscal-policy (8mo ago) fiscal-policy (8mo ago)
18 Jul 2025
143 dibaca
2 menit
Pajak R&D dan Dana Pengawasan Perbatasan Memperoleh Keuntungan Besar bagi Perusahaan Teknologi

Rangkuman 15 Detik

Perubahan kebijakan pajak dapat secara signifikan mempengaruhi investasi R&D di sektor teknologi.
Perusahaan besar diuntungkan dari undang-undang baru meskipun ada pro dan kontra terkait efeknya terhadap perusahaan kecil.
Pendanaan untuk teknologi perbatasan menunjukkan kolaborasi antara sektor teknologi dan pemerintah dalam pengawasan dan keamanan.
Pada tanggal 4 Juli, Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang anggaran besar yang, meskipun tidak memenuhi semua permintaan perusahaan teknologi, memberikan banyak manfaat pajak dan dukungan keuangan kepada mereka. Undang-undang ini mencakup pengembalian pengurangan pajak penuh untuk biaya penelitian dan pengembangan (R&D) sehingga perusahaan dapat mencatat biaya tersebut secara penuh tanpa harus mencicil selama beberapa tahun. Hal ini sangat penting untuk mendukung investasi teknologi dan mendorong pekerjaan di bidang teknologi tinggi. Selain pengurangan R&D, tarif pajak korporasi yang sebelumnya diturunkan dari 35% menjadi 21% oleh undang-undang pajak tahun 2017 dipertahankan, sehingga perusahaan teknologi besar tetap memiliki keuntungan pajak yang besar dibandingkan dengan pesaing internasional. Pasal-pasal untuk pajak internasional yang rendah atas penghasilan dari paten dan aset intelektual juga diperpanjang, memberikan keuntungan lebih besar kepada perusahaan besar yang punya portofolio kekayaan intelektual besar seperti Google dan Apple. Namun, dalam aspek regulasi, industri teknologi mengalami kekalahan dalam pertempuran melawan peraturan negara bagian terkait AI, ketika mereka tidak berhasil mencapai moratorium terhadap hukum AI di negara bagian. Selain itu, undang-undang ini juga menyediakan dana sekitar Rp 100.20 triliun ($6 miliar) untuk teknologi pengawasan perbatasan, yang kemungkinan besar akan menguntungkan perusahaan teknologi seperti Palantir, Anduril, dan Amazon Web Services yang sudah menyediakan sistem pengawasan dan layanan cloud untuk badan imigrasi AS. Perubahan perpajakan lain dalam undang-undang juga termasuk perbaikan cara perhitungan pengurangan bunga bisnis serta perpanjangan pengurangan penuh untuk peralatan tertentu. Walaupun beberapa keuntungan ini bisa dirasakan oleh usaha kecil dan sektor lain, perubahan ini cenderung lebih menguntungkan perusahaan teknologi besar dengan kapasitas investasi dan aset besar. Beberapa kritikus menilai ini merupakan pemberian hadiah kepada perusahaan besar yang sudah menguasai pasar. Secara keseluruhan, meski ada area di mana permintaan industri teknologi tidak dikabulkan, undang-undang ini membawa kemenangan penting bagi perusahaan teknologi besar dalam hal pengurangan pajak dan peluang bisnis baru di bidang keamanan perbatasan. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara pemerintah dan industri teknologi terus berkembang dengan adanya kompromi dan konsesi di berbagai aspek kebijakan.

Analisis Ahli

Jason Furman (ekonom, mantan ketua Dewan Ekonomi Nasional)
Mengembalikan deduksi penuh untuk pengeluaran R&D akan mendorong inovasi dan pertumbuhan jangka panjang di sektor teknologi, namun perlu dikombinasikan dengan kebijakan yang adil agar tidak memperlebar kesenjangan ekonomi.
Erica Groshen (ekonom, mantan Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja AS)
Pengurangan pajak korporasi membantu mempertahankan daya saing internasional AS, tapi ada risiko berkurangnya pendanaan sosial yang penting jika dana tersebut tidak diimbangi.
Daron Acemoglu (ekonom dan pakar teknologi)
Keuntungan pajak untuk perusahaan besar bisa memperkuat dominasi pasar mereka, tetapi tanpa regulasi ketat, risiko penjajahan teknologi dan dampak negatif terhadap tenaga kerja sangat besar.