Operasi Internasional Berhasil Bongkar Jaringan Peretas Pro-Rusia NoName057(16)
Teknologi
Keamanan Siber
17 Jul 2025
244 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
NoName057 adalah kelompok hacktivist pro-Rusia yang melakukan serangan DDoS di Eropa.
Operasi Eastwood berhasil mengungkap jaringan kejahatan siber yang melibatkan ribuan anggota.
Penegakan hukum internasional berkolaborasi untuk menangkap anggota kelompok tersebut dan menghentikan aktivitas mereka.
NoName057(16) adalah kelompok hacker pro-Rusia yang mulai melakukan serangan DDoS pada berbagai situs web di Eropa sejak tahun 2022. Mereka menggunakan metode serangan yang membanjiri situs dengan trafik internet hingga layanan online tersebut lumpuh.
Kelompok ini merekrut ribuan anggota dengan sistem gamifikasi yang memberikan penghargaan dan hadiah kripto. Mereka memanfaatkan saluran Telegram dan forum khusus untuk mendistribusikan alat dan panduan serangan kepada para anggotanya.
Para pelaku menjadikan peristiwa politik penting sebagai target utama dengan menyerang situs pemerintah dan perbankan. Mereka pun memperluas serangannya ke negara-negara NATO dan organisasi pendukung Ukraina.
Operasi internasional yang disebut Eastwood, dikoordinasikan oleh Europol dan Eurojust, berhasil menggagalkan jaringan ini dengan bantuan dari 12 negara. Operasi ini berhasil mengganggu ratusan server, melakukan penangkapan, dan menerbitkan surat perintah penangkapan.
Jerman menjadi negara paling aktif dengan surat perintah penangkapan terbanyak dan telah mengidentifikasi dua operator utama yang tinggal di Rusia. Kolaborasi internasional ini menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menangani kejahatan siber lintas negara.
Analisis Ahli
Mikko Hypponen (Chief Research Officer F-Secure)
Serangan terkoordinasi seperti yang dilakukan oleh NoName057 (16) menandai evolusi serangan siber dari sekedar aktivitas kriminal menjadi instrumen geopolitik yang berbahaya, dan membutuhkan respons global yang terpadu.Bruce Schneier (Ahli Keamanan Siber)
Penggunaan gamifikasi dan insentif kripto dalam jaringan peretas ini adalah inovasi berbahaya yang meningkatkan partisipasi dan membuat penanganan mereka menjadi lebih rumit bagi aparat penegak hukum.


