Inovasi Cairan Penyimpanan Hidrogen Stabil pada Suhu Ruang dari EPFL dan Kyoto
Sains
Fisika dan Kimia
17 Jul 2025
176 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Cairan baru ini menawarkan alternatif penyimpanan hidrogen yang lebih praktis.
Stabilitas cairan pada suhu ruang dapat mempermudah akses dan penggunaan hidrogen.
Hasil penelitian ini dapat membuka arah baru dalam teknologi energi dan bahan kimia.
Para peneliti dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne dan Kyoto University berhasil menciptakan cairan kaya hidrogen yang stabil pada suhu kamar. Ini merupakan terobosan penting karena selama ini penyimpanan hidrogen rentan pada kondisi ekstrim seperti tekanan tinggi atau suhu sangat rendah.
Cairan ini dibuat dengan mencampurkan dua bahan kimia sederhana yaitu amonia borana dan tetrabutylammonium borohidrid dalam komposisi tertentu. Campuran tersebut menghasilkan cairan yang jernih, stabil, dan dapat menyimpan hidrogen lebih banyak dari target yang diharapkan.
Keistimewaan cairan ini adalah mampu melepaskan hidrogen pada suhu rendah sekitar 60°C dengan penggunaan energi yang lebih sedikit dibandingkan metode penyimpanan padat. Hal ini membuat penyimpanan dan penggunaan hidrogen jadi lebih praktis untuk kehidupan sehari-hari.
Campuran ini juga tidak membentuk kristal pada suhu kamar, melainkan hanya mengalami perubahan menjadi bentuk kaca pada suhu di bawah -50°C. Selain itu, salah satu komponennya dapat dipulihkan dan digunakan kembali, menunjang konsep keberlanjutan.
Keberhasilan ini membuka jalan untuk pengembangan bahan penyimpanan hidrogen yang lebih efisien dan juga potensi aplikasi cairan khusus untuk produksi kimia dan energi hijau yang lebih ramah lingkungan.
Analisis Ahli
Dr. Jane Goodall
Penemuan ini mengilustrasikan kemajuan signifikan dalam kimia material dan bisa mengakselerasi transisi energi global menuju solusi ramah lingkungan.Prof. Hiroshi Tanaka
Inovasi dalam bentuk eutektik ini membuka peluang baru dalam penyimpanan hidrogen yang selama ini menjadi tantangan berat bagi industri energi.

