AI summary
Nvidia dan AMD berencana untuk memulai kembali penjualan chip AI ke China. Keputusan untuk menjual chip ini terkait dengan diskusi perdagangan tentang elemen tanah jarang. Ada kritik terhadap keputusan ini karena dianggap bertentangan dengan kebijakan kontrol ekspor AS. Nvidia awalnya mengumumkan rencana untuk menarik diri dari pasar Tiongkok karena pembatasan ekspor chip AI dan geopolitik. Namun, mereka berubah pikiran setelah pembicaraan dagang terkait elemen tanah jarang yang penting bagi teknologi berlangsung antara Amerika Serikat dan Tiongkok.Elemen tanah jarang seperti lanthanum dan cerium sangat penting dalam produksi teknologi canggih, termasuk baterai kendaraan listrik, dan sebagian besar ditambang di Tiongkok. Hal ini membuatnya menjadi poin penting dalam negosiasi dagang antara kedua negara.Nvidia mengajukan permohonan untuk melanjutkan penjualan chip H20 AI ke Tiongkok, sementara AMD juga berniat memulai kembali penjualan chip MI308 AI ke negara tersebut. Namun, AS tetap menjaga bahwa chip AI terbaik mereka tidak dijual ke pasar Tiongkok.Beberapa pihak, termasuk anggota kongres Raja Krishnamoorthi, mengecam keputusan ini karena dianggap berisiko memberikan teknologi mutakhir kepada negara yang dianggap sebagai pesaing geopolitik. Namun, pejabat AS yakin bahwa hal ini tidak akan mengganggu keamanan nasional.Situasi ini terjadi di tengah ketidakjelasan aturan ekspor chip AI dari pemerintah AS. Pemerintahan Trump mencabut aturan sebelumnya, dan pemerintah AS hingga kini masih merumuskan kebijakan baru yang mengatur ekspor chip AI ke negara lain, termasuk untuk mencegah penyelundupan di Asia Tenggara.
Keputusan Nvidia untuk menjual chip AI yang kurang mumpuni ke China menunjukkan adanya kompromi strategis antara bisnis dan politik. Ini mengindikasikan bahwa teknologi tinggi dan sumber daya alam langka akan terus menjadi medan pertempuran utama dalam persaingan geopolitik AS-China.