Nvidia Kembali Mau Jual Chip AI ke Tiongkok karena Perdagangan Elemen Tanah Jarang
Teknologi
Kecerdasan Buatan
16 Jul 2025
42 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Nvidia dan AMD berencana untuk memulai kembali penjualan chip AI ke China.
Keputusan untuk menjual chip ini terkait dengan diskusi perdagangan tentang elemen tanah jarang.
Ada kritik terhadap keputusan ini karena dianggap bertentangan dengan kebijakan kontrol ekspor AS.
Nvidia awalnya mengumumkan rencana untuk menarik diri dari pasar Tiongkok karena pembatasan ekspor chip AI dan geopolitik. Namun, mereka berubah pikiran setelah pembicaraan dagang terkait elemen tanah jarang yang penting bagi teknologi berlangsung antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Elemen tanah jarang seperti lanthanum dan cerium sangat penting dalam produksi teknologi canggih, termasuk baterai kendaraan listrik, dan sebagian besar ditambang di Tiongkok. Hal ini membuatnya menjadi poin penting dalam negosiasi dagang antara kedua negara.
Nvidia mengajukan permohonan untuk melanjutkan penjualan chip H20 AI ke Tiongkok, sementara AMD juga berniat memulai kembali penjualan chip MI308 AI ke negara tersebut. Namun, AS tetap menjaga bahwa chip AI terbaik mereka tidak dijual ke pasar Tiongkok.
Beberapa pihak, termasuk anggota kongres Raja Krishnamoorthi, mengecam keputusan ini karena dianggap berisiko memberikan teknologi mutakhir kepada negara yang dianggap sebagai pesaing geopolitik. Namun, pejabat AS yakin bahwa hal ini tidak akan mengganggu keamanan nasional.
Situasi ini terjadi di tengah ketidakjelasan aturan ekspor chip AI dari pemerintah AS. Pemerintahan Trump mencabut aturan sebelumnya, dan pemerintah AS hingga kini masih merumuskan kebijakan baru yang mengatur ekspor chip AI ke negara lain, termasuk untuk mencegah penyelundupan di Asia Tenggara.
Analisis Ahli
Howard Lutnick
Menekankan bahwa chip yang dijual ke China bukanlah teknologi terbaik Nvidia, menunjukkan pendekatan hati-hati dalam menjaga keunggulan teknologi AS.
