Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rex Salisbury dan Cambrian Ventures: Menyelami Peluang Besar Fintech dengan AI

Finansial
Perencanaan Keuangan
TechCrunch TechCrunch
16 Jul 2025
180 dibaca
2 menit
Rex Salisbury dan Cambrian Ventures: Menyelami Peluang Besar Fintech dengan AI

Rangkuman 15 Detik

Investasi di fintech masih memiliki banyak peluang yang belum dimanfaatkan.
Kemajuan teknologi AI membuka jalan bagi startup untuk menawarkan produk yang lebih beragam.
Rex Salisbury menunjukkan pentingnya jaringan dan pengalaman dalam menarik investasi untuk dana ventura.
Rex Salisbury mulai tertarik dengan dunia fintech pada tahun 2015 setelah berpindah dari bankir investasi ke startup teknologi keuangan di San Francisco. Pada saat itu, banyak perusahaan fintech mulai naik daun seperti Stripe, Plaid, dan Lending Club yang baru saja IPO. Namun, meski fintech sempat sangat populer, minat investor menurun saat suku bunga naik pada tahun berikutnya. Meskipun demikian, Salisbury tetap optimis karena menurutnya fintech baru menangkap sebagian kecil dari total pendapatan jasa keuangan global, sekitar 1% saja. Dengan keahliannya, dia fokus berinvestasi di startup tahap awal dan berhasil mendanai 33 perusahaan, dimana separuhnya telah maju ke pendanaan seri A, jauh lebih tinggi dari rata-rata industri. Cambrian Ventures yang dikelola Salisbury telah sukses mengumpulkan dana investasi senilai 20 juta dolar untuk dua kali berturut-turut. Ini adalah pencapaian besar mengingat situasi pasar yang sulit bagi pengelola dana baru menurut laporan PitchBook. Keberhasilan ini didukung oleh jaringan luas Salisbury di dunia fintech dan kepercayaan dari para founder perusahaan top. Selain pengalaman sebagai anggota pendiri praktik fintech di Andreessen Horowitz dan investornya startup besar seperti Deel, Salisbury juga aktif membangun komunitas fintech melalui meetup, newsletter, dan grup Slack yang memiliki ribuan anggota. Inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan kini membuka peluang baru bagi startup fintech untuk membangun berbagai produk sekaligus. Salisbury menegaskan bahwa strategi investasinya tetap pada mencari pendiri dengan ide unik dan kuat, didukung AI yang membuat produk fintech bisa lebih beragam dan lengkap sejak awal. Contohnya adalah Every, startup yang menawarkan berbagai layanan keuangan dalam satu platform, mulai dari perbankan hingga layanan pajak dan SDM.

Analisis Ahli

Marc Andreessen
Investasi di fintech harus fokus pada disruptor teknologi yang mampu merevolusi layanan keuangan secara menyeluruh, bukan cuma meniru produk lama.
Cathie Wood
Pemanfaatan AI di layanan keuangan akan mempercepat efisiensi dan meningkatkan jangkauan, sehingga startup yang menguasai dua aspek ini berpotensi menjadi pemenang pasar.