TLDR
Tesla memperluas layanan robotaxi mereka di Austin, Texas. Baidu dan Uber berkolaborasi untuk meluncurkan robotaxi di pasar internasional. Teknologi otonom semakin kompetitif dengan berbagai perusahaan yang mengembangkan solusi mereka sendiri. Tesla dan Baidu saat ini menjadi dua pemain besar dalam teknologi kendaraan otonom. Tesla baru saja memperluas area layanan robotaxi di Austin, Texas, kurang dari satu bulan setelah peluncurannya. Sementara itu, Baidu bekerja sama dengan Uber untuk mendistribusikan robotaxi mereka di luar pasar utama seperti AS dan Cina.Baidu telah lebih dulu memiliki armada robotaxi yang jauh lebih besar dengan lebih dari 1.000 kendaraan yang tersebar di 15 kota global, termasuk di Timur Tengah. Robotaxi mereka, Apollo Go, merupakan salah satu yang pertama di dunia dengan kemampuan Level 4, yang memungkinkan kendaraan berjalan tanpa pengemudi dalam kondisi tertentu.Teknologi yang digunakan oleh Tesla dan Baidu berbeda. Tesla mengandalkan kamera serta algoritma kecerdasan buatan tanpa menggunakan laser ultra-sensitif, sedangkan Baidu menggunakan kombinasi sensor, kamera, dan laser untuk navigasi dan mengikuti aturan lalu lintas.Kerjasama Baidu dan Uber menandai langkah strategis memperluas penggunaan robotaxi di wilayah Asia dan Timur Tengah, meskipun ada batasan di beberapa kota seperti Hong Kong di mana Uber belum mendapatkan lisensi untuk jenis kendaraan tersebut.Persaingan ini menggambarkan bagaimana teknologi kendaraan otonom terus berkembang dengan berbagai pendekatan, yang berpotensi mengubah cara transportasi umum di masa depan secara global.