Apakah Regulasi Baru Bisa Membawa Crypto Jadi Aset Utama di Dunia?
Finansial
Mata Uang Kripto
16 Jul 2025
97 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Progres legislatif dapat membantu adopsi kripto, tetapi tidak cukup tanpa peningkatan penggunaan teknologi.
Stablecoin memiliki potensi untuk mempercepat adopsi kripto di berbagai sektor, termasuk ritel dan perbankan.
Meskipun Bitcoin menunjukkan ketahanan, investasi dalam kripto tetap berisiko dan memerlukan pemahaman yang lebih baik dari masyarakat.
Kenaikan harga Bitcoin dan Ethereum di pertengahan Juli 2025 menarik perhatian banyak pihak. Meskipun pasar crypto sedang naik daun, hal ini didorong juga oleh harapan adanya regulasi yang jelas di Amerika Serikat. Tiga RUU penting diajukan dalam rangka membuat aturan main yang lebih pasti untuk stablecoin dan aset digital lainnya.
Regulasi seperti GENIUS Act bertujuan memberikan kepastian bagi stablecoin yang dipatok dengan aset nyata, seperti dolar AS. Jika disahkan, ini bisa membuka peluang bagi bank, toko, dan fintech untuk mengeluarkan koin digital mereka sendiri, sehingga mempermudah transaksi dan memperluas penggunaan crypto.
Selain regulasi, kolaborasi antara perusahaan besar dan proyek crypto juga penting agar adopsi teknologi blockchain dan stablecoin makin meluas. Contohnya, PayPal menciptakan stablecoin yang berjalan di jaringan Ethereum, sementara MoneyGram bekerja sama dengan Stellar untuk pembayaran internasional.
Meski regulasi bisa memacu investasi, adopsi teknologi secara luas masih membutuhkan kepercayaan dan kemudahan penggunaan. Banyak orang yang memiliki crypto, tetapi masih sedikit yang pakai untuk transaksi sehari-hari. Pengembangan produk seperti asuransi berbasis smart contract dan tokenisasi aset juga masih tahap awal.
Bitcoin menunjukkan ketahanan harga yang baik, didorong oleh minat institusional lewat ETF. Namun, untuk memastikan Bitcoin bisa menjadi aset pelindung inflasi yang sebenarnya, dibutuhkan performa yang stabil dalam jangka panjang, terutama di saat ekonomi tidak pasti. Investor disarankan tetap berhati-hati dan menganggap crypto sebagai aset berisiko.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos
Regulasi yang jelas dapat membuka pintu bagi inovasi dan adopsi yang lebih luas, terutama dalam stablecoin dan infrastruktur pembayaran.Caitlin Long
Legislasi yang fokus pada perlindungan konsumen dan kepastian hukum adalah kunci agar institusi besar berani masuk ke pasar kripto.