AI summary
Auriga Space berinovasi dengan trek peluncuran elektromagnetik untuk mengurangi biaya peluncuran. Infrastruktur pengujian seperti Prometheus dan Thor akan mendukung pengembangan teknologi hipersonik. Perusahaan berkomitmen untuk membuat peluncuran luar angkasa lebih responsif dan terjangkau. Sekarang ini, banyak perusahaan di Amerika Serikat mengirim satelit dan muatan ke orbit menggunakan roket konvensional. Namun, sebagian besar berat roket adalah bahan bakar yang habis terbakar hanya untuk mengalahkan gravitasi dan atmosfer bumi, sehingga kurang efisien.Auriga Space, sebuah startup di California, sedang mengembangkan sistem peluncuran baru menggunakan magnet yang digerakkan listrik untuk mempercepat roket sampai kecepatan hypersonik sebelum mesin roket menyala. Cara ini akan menghemat bahan bakar dan peluncuran menjadi lebih efisien dan murah.Teknologi yang disebut peluncur elektromagnetik ini mirip dengan railgun atau kereta maglev, namun sekarang sudah mungkin diterapkan berkat kemajuan teknologi elektronik berdaya tinggi. Auriga juga telah mengumpulkan jutaan dolar dana untuk mengembangkan teknologi ini.Sistem peluncur ini akan bisa digunakan berulang kali dan memungkinkan peluncuran dalam waktu sangat singkat, bahkan dalam hitungan menit. Auriga juga sedang mengembangkan jalur uji skala kecil dan besar untuk menguji teknologi hypersonik ini sebelum peluncuran orbit.Selain itu, Auriga bekerja sama dengan pemerintah AS untuk memenuhi kebutuhan peluncuran cepat dan responsif, dan yakin beberapa muatan yang tahan G tinggi bisa diluncurkan menggunakan teknologi ini dengan penyesuaian khusus jika diperlukan.
Teknologi lintasan elektromagnetik yang dikembangkan Auriga merupakan langkah inovatif yang dapat meredefinisi lanskap peluncuran ruang angkasa, khususnya dalam hal efisiensi dan kecepatan. Namun, tantangan pada beban G yang tinggi dan penyesuaian muatan menjadi kunci utama yang perlu diatasi agar teknologi ini benar-benar dapat diadopsi secara luas.