Georgia Tech Bangun Superkomputer Nexus untuk Percepat Penemuan Ilmiah AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
16 Jul 2025
248 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nexus akan menjadi salah satu superkomputer tercepat di AS dan dirancang untuk mendukung penelitian dengan kecerdasan buatan.
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas alat kecerdasan buatan bagi peneliti di seluruh negara.
Nexus diharapkan dapat mempercepat penemuan ilmiah dan membuka peluang untuk inovasi baru.
Georgia Tech bersama mitranya telah mendapatkan dana sebesar 20 juta dolar dari National Science Foundation untuk membangun Nexus, sebuah superkomputer sangat cepat yang dikhususkan untuk kecerdasan buatan dan komputasi berperforma tinggi.
Nexus diperkirakan selesai pada musim semi 2026 dan mampu melakukan lebih dari 400 kuadriliun operasi per detik, memberikan tenaga komputasi yang luar biasa bagi para peneliti di seluruh Amerika Serikat.
Superkomputer ini dirancang untuk memudahkan akses bagi peneliti dari berbagai institusi, tidak hanya di pusat teknologi utama, serta menyediakan antarmuka yang ramah pengguna agar lebih banyak bidang ilmu dapat memanfaatkan teknologi AI.
Dengan kapasitas memori dan penyimpanan yang sangat besar serta jaringan berkecepatan tinggi, Nexus menjanjikan proses penelitian yang lebih efisien dan cepat, meningkatkan kemampuan untuk menangani data besar dalam riset seperti pengembangan obat dan pemodelan iklim.
Proyek ini merupakan hasil kerja sama nasional antara Georgia Tech dan National Center for Supercomputing Applications di University of Illinois Urbana-Champaign, menciptakan infrastruktur riset bersama yang mengedepankan pemerataan akses teknologi AI canggih.
Analisis Ahli
Ángel Cabrera
Nexus akan menjadi katalis utama revolusi AI dan teknologi yang mendorong kemajuan ekonomi sekaligus pendidikan di tingkat nasional.Katie Antypas
Pendekatan Nexus yang menggabungkan layanan sains berkelanjutan dengan HPC tradisional akan merubah cara penelitian ilmiah dan AI dijalankan.Suresh Marru
Membuat superkomputer yang mudah digunakan dan diakses akan memberdayakan banyak peneliti dari berbagai latar belakang untuk berkontribusi dalam inovasi AI.

