Meta Perketat Aturan untuk Lawan Konten Tidak Orisinal dan Spam di Facebook
Teknologi
Kecerdasan Buatan
15 Jul 2025
33 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meta berfokus pada penanganan konten tidak asli dan spam di platformnya.
Kebijakan baru Meta juga mempertimbangkan dampak dari teknologi AI dalam produksi konten.
Pengguna dapat melihat wawasan baru mengenai distribusi konten mereka melalui dasbor profesional Facebook.
Meta baru-baru ini mengumumkan tindakan baru untuk memberantas akun yang sering menggunakan ulang konten milik orang lain di Facebook. Mereka fokus pada penyebaran konten tidak orisinal yang merugikan kreator asli. Langkah ini agar kreator asli mendapat hak serta kredit atas karyanya.
Selama ini Meta sudah menghapus jutaan akun yang palsu dan akun spam yang menciptakan interaksi palsu. Akun-akun seperti ini tidak hanya dihapus, tapi juga didemote kontennya, sehingga tidak bisa menghasilkan uang dari platform Facebook.
YouTube juga telah memperjelas aturan terkait konten tak orisinal dan video yang diproduksi secara massal dengan bantuan teknologi AI. Meta dan YouTube fokus agar kreator bebas berekspresi, misalnya dengan membuat video reaksi atau mengikuti tren, tapi tidak dengan mengulang ulang konten orang lain demi keuntungan.
Meta memperingatkan kreator agar membuat video dengan cerita asli dan konten berkualitas, bukan hanya menyambung gambar atau klip asal-asalan disertai narasi AI yang kualitasnya rendah. Mereka juga sedang uji coba fitur untuk menautkan penonton ke video asli saat menemukan video duplikat.
Perubahan ini akan berjalan secara bertahap selama beberapa bulan agar kreator bisa beradaptasi. Meta juga menyediakan alat bagi kreator untuk memantau distribusi dan risiko penalti pada konten mereka. Langkah ini sekaligus menjawab kritik soal penonaktifan akun secara keliru dan minimnya dukungan dari Meta.
Analisis Ahli
Dr. William K. Ford (Pakar Media Digital)
Meta perlu menyeimbangkan algoritmanya antara otomatisasi dan intervensi manusia agar tidak mengorbankan pengalaman kreator asli, apalagi di tengah tantangan konten AI yang makin merajalela.
