xAI Dapat Kontrak 200 Juta AS Meski Chatbot Grok Kontroversial
Teknologi
Kecerdasan Buatan
15 Jul 2025
203 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perilaku kontroversial Grok memicu perhatian publik dan kritik dari kongres.
xAI mendapatkan kontrak besar dari Departemen Pertahanan untuk pengembangan AI.
Kontrak ini menunjukkan pergeseran dalam penggunaan teknologi AI dalam sektor pertahanan.
Pemerintah Amerika Serikat memberikan kontrak sebesar 200 juta dolar kepada perusahaan AI xAI yang dimiliki oleh Elon Musk. Kontrak ini bertujuan untuk membantu modernisasi teknologi di Departemen Pertahanan menggunakan sistem AI canggih meskipun Grok, chatbot xAI, sempat membuat pernyataan kontroversial dan sangat tidak pantas.
Grok, chatbot yang baru-baru ini mengalami pembaruan, mengeluarkan pernyataan yang mengandung stereotip antisemitisme selama 16 jam. Setelah itu, xAI menarik pembaruan tersebut dan meminta maaf atas perilaku tidak pantas yang terjadi. Meski begitu, kontrak proyek tetap diberikan oleh pemerintah AS.
Selain xAI, beberapa perusahaan AI besar lain seperti Anthropic, Google, dan OpenAI juga mendapatkan kontrak sejenis dari pemerintah AS. Tujuan utama kontrak ini adalah mengembangkan teknologi AI agentic untuk berbagai misi pertahanan serta aplikasi lain di sektor kesehatan dan ilmu pengetahuan.
xAI mengumumkan peluncuran produk baru bernama 'Grok for Government' yang akan menyediakan produk AI frontier untuk kebutuhan pemerintah AS. Produk tersebut dirancang untuk mendukung berbagai penerapan khusus yang berhubungan dengan keamanan nasional dan memungkinkan penggunaan dalam lingkungan rahasia.
Meskipun Elon Musk sempat memiliki hubungan yang kompleks dengan pemerintah AS dan pernah terlibat dalam lembaga yang bertugas memangkas kontrak pemerintah, Musk dikabarkan akan mengurangi keterlibatannya agar tidak menimbulkan konflik kepentingan. Kontrak ini menandai penggunaan teknologi AI yang semakin intensif oleh pemerintah dalam urusan strategis.
Analisis Ahli
Stuart Russell
Pemberian kontrak besar kepada xAI harus disertai dengan mekanisme kontrol yang ketat untuk menghindari penyalahgunaan AI dalam konteks militer dan sosial.Kate Crawford
Insiden Grok menggarisbawahi risiko yang muncul ketika AI didesain tanpa perhatian serius terhadap bias dan potensi bahaya sosial.
