Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apple Masih Hambat Browser Alternatif di iOS Meski Aturan EU Sudah Berlaku

Teknologi
Pengembangan Software
software-development (8mo ago) software-development (8mo ago)
14 Jul 2025
207 dibaca
2 menit
Apple Masih Hambat Browser Alternatif di iOS Meski Aturan EU Sudah Berlaku

Rangkuman 15 Detik

Apple masih membatasi pengembang browser alternatif di iOS meskipun ada ruling DMA.
Mozilla dan OWA menyoroti dampak negatif dari kebijakan Apple terhadap kompetisi browser.
Kehilangan pangsa pasar Safari dapat berdampak signifikan pada pendapatan Apple.
Sudah 16 bulan berlalu sejak Uni Eropa mengizinkan pengembang aplikasi iOS seperti Google dan Mozilla untuk menggunakan mesin browser mereka sendiri di iOS. Namun, sampai sekarang Apple masih menerapkan aturan yang membatasi penggunaan mesin browser selain WebKit di iOS di wilayah Uni Eropa. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan tersebut kesulitan untuk bersaing secara adil dengan Safari, browser bawaan Apple. Organisasi nirlaba Open Web Advocacy mengatakan bahwa Apple memberikan banyak hambatan teknis dan finansial bagi pengembang browser alternatif. Misalnya, mereka harus membuat aplikasi baru khusus untuk pasar Uni Eropa tanpa bisa cukup hanya mengubah aplikasi yang sudah ada. Hal ini menyulitkan karena basis pengguna baru harus dibangun dari nol dan pengembang harus memelihara dua versi aplikasi sekaligus. Mozilla juga mengkritik langkah Apple dan menyebutnya sebagai beban yang membuat sulit adanya pilihan browser yang kompetitif di iOS. Apple memang sudah memberikan dukungan untuk browser non-WebKit pada pembaruan iOS 17.4, namun OWA menilai kebijakan Apple masih tidak menjalankan aturan DMA secara efektif, yang bertujuan mencegah perusahaan teknologi besar mendiskriminasi pesaing. Dari sisi bisnis, Apple mendapatkan jutaan dolar setiap tahunnya dari Safari melalui pendapatan mesin pencari Google yang terintegrasi dalam browser itu. Safari menyumbang 14-16% dari laba operasi Apple, dan Apple terlihat ingin menjaga pemasukan ini dengan menghambat persaingan browser lain. Setiap kehilangan 1% pangsa pasar bisa berarti kerugian sekitar 200 juta dolar bagi Apple. Selain di Uni Eropa, Apple juga menghadapi tekanan dari regulator di Inggris untuk membuka akses mesin browser alternatif di iOS. Kedua kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan besar seperti Apple dan Google dianggap belum mendorong inovasi browser seluler secara maksimal karena cenderung mempertahankan dominasi pasar mereka.

Analisis Ahli

Damiano DeMonte
Apple membuat hambatan yang menyulitkan bagi penyedia browser independen, sehingga gagal memberikan pilihan yang nyata bagi konsumen.