Serangan Drone dan Rudal Rusia Memperparah Konflik di Ukraina
Finansial
Kebijakan Fiskal
13 Jul 2025
186 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan Rusia terhadap Ukraina terus meningkat dengan penggunaan drone dan misil.
Ukraina berhasil mencegat sebagian besar serangan, tetapi masih mengalami kerugian.
Presiden Zelensky menyerukan bantuan lebih lanjut dari sekutu internasional untuk memperkuat sistem pertahanan Ukraina.
Rusia meningkatkan serangan udara ke Ukraina dengan meluncurkan ratusan drone dan rudal selama akhir pekan, menyebabkan beberapa korban jiwa dan puluhan orang terluka. Wilayah seperti Bukovina, Lviv, Dnipropetrovsk, dan Sumy menjadi sasaran utama serangan ini.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menginformasikan bahwa serangan tersebut mencakup hampir 600 drone, dengan lebih dari separuhnya merupakan drone shahed buatan Iran yang berfungsi sebagai senjata kamikaze. Namun, sistem pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat sebagian besar serangan ini.
Selain penyerangan fisik, Rusia juga menggunakan drone 'simulator' untuk membingungkan dan memberatkan sistem pertahanan udara Ukraina agar sulit menghadapi drone kamikaze yang sesungguhnya.
Di sisi diplomasi, Amerika Serikat mengirimkan utusan khusus untuk berupaya menjembatani perdamaian, sementara Rusia menolak rencana pasukan penjaga perdamaian yang diusulkan Eropa. Presiden AS dan Rusia juga melakukan komunikasi tanpa kemajuan signifikan dalam mengakhiri konflik.
Zelensky menyerukan agar negara-negara mitra lebih banyak menyediakan sistem pertahanan udara dan memberlakukan sanksi yang lebih keras terhadap yang mendukung produksi drone Rusia guna menjaga keselamatan warga sipil dan memperkuat pertahanan Ukraina.
Analisis Ahli
Michael Kofman
Peningkatan penggunaan drone kamikaze oleh Rusia mencerminkan perubahan taktik dalam perang modern yang memanfaatkan teknologi murah untuk membebani sistem pertahanan lawan secara signifikan.Olga Oliker
Meski serangan udara besar-besaran terjadi, keberhasilan Ukraina dalam mencegat banyak drone dan rudal menunjukkan sistem pertahanan yang semakin adaptif dan pentingnya dukungan internasional dalam menyediakan teknologi pertahanan.

