Switch Bahan Bakar Dipotong, Pesawat Air India Jatuh Setelah Lepas Landas
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
13 Jul 2025
232 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kecelakaan pesawat Air India 171 menyoroti pentingnya keselamatan dan prosedur penerbangan.
Investigasi sedang dilakukan untuk memahami mengapa saklar bahan bakar dipindahkan ke posisi cutoff.
Satu penumpang selamat menunjukkan ketahanan manusia dalam situasi kritis.
Pada tanggal 12 Juni, pesawat Air India penerbangan 171 yang baru saja lepas landas dari Ahmedabad menuju London Gatwick mengalami kecelakaan tragis, menewaskan hampir semua penumpang dan kru di dalamnya serta beberapa orang di darat. Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner itu kehilangan tenaga mesin secara tiba-tiba, yang menyebabkan hilangnya kendali dan akhirnya menabrak tanah.
Penyelidikan awal oleh Aircraft Accident Investigation Bureau mengungkapkan bahwa saklar kontrol bahan bakar pada kedua mesin pesawat dipindahkan ke posisi cutoff hanya beberapa detik setelah lepas landas. Hal ini menyebabkan mesin mati mendadak sehingga pesawat tidak dapat mempertahankan ketinggian dan mulai turun dengan cepat. Kejadian ini pun diikuti dengan sinyal darurat atau mayday dari pilot.
Meskipun pilot sempat mengembalikan saklar kontrol bahan bakar ke posisi normal, waktu yang sangat singkat dan rendahnya ketinggian tidak memungkinkan pesawat untuk pulih dan terbang kembali. Faktor-faktor lain seperti cuaca buruk, kualitas bahan bakar, atau masalah mesin tidak ditemukan berperan dalam kecelakaan ini. Penyelidikan terus berlanjut untuk menemukan alasan pasti mengapa saklar tersebut berpindah ke posisi cutoff.
Sebelumnya, FAA pada 2018 memberikan peringatan terkait fitur pengunci saklar bahan bakar yang memungkinkan saklar itu dapat terlepas tanpa disengaja. Namun Air India tidak melakukan pemeriksaan tambahan karena peringatan tersebut bersifat advisori, bukan kewajiban. Hal ini menjadi perhatian karena bisa saja masalah tersebut berkaitan dengan kejadian kecelakaan.
Kecelakaan ini diperiksa oleh tim penyelidik dari India, Amerika Serikat, dan Inggris secara bersama-sama. Satu-satunya penumpang yang selamat adalah warga Inggris yang duduk di dekat pintu darurat, dan kondisinya saat terjebak di reruntuhan sempat viral di media sosial. Boeing juga menyatakan dukungan penuh dalam proses penyelidikan untuk mencari penyebab tragedi ini.
Analisis Ahli
Aviasi Expert Dr. Rina Wulandari
Perpindahan tombol bahan bakar saat pesawat baru lepas landas menunjukkan potensi kegagalan dalam desain antarmuka kokpit yang rentan terhadap kesalahan operator, dan investigasi ini harus berfokus pada faktor manusia dan rekayasa ulang sistem agar kejadian serupa tidak terulang.

