Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Linda Yaccarino Mundur, X Justru Terpuruk dari Janji Jadi Aplikasi Serba Ada

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
TheVerge TheVerge
10 Jul 2025
205 dibaca
2 menit
Linda Yaccarino Mundur, X Justru Terpuruk dari Janji Jadi Aplikasi Serba Ada

Rangkuman 15 Detik

Masa kepemimpinan Linda Yaccarino di X ditandai oleh peningkatan konten kebencian dan masalah moderasi.
X mengalami penurunan jumlah pengguna yang signifikan selama periode tersebut, menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam menarik pengguna baru.
Kebijakan kebebasan berbicara Elon Musk dan tindakan hukum terhadap pengkritik menciptakan lingkungan yang kontroversial di dalam platform.
Linda Yaccarino, yang menjadi CEO X selama dua tahun, mengundurkan diri setelah masa jabatan yang penuh tantangan dan kontroversi. Ia mewarisi platform yang dulu bernama Twitter, dengan janji akan melindungi kebebasan berbicara dan mentransformasi platform menjadi aplikasi serba ada seperti WeChat. Namun, beberapa masalah besar muncul dan tidak terselesaikan selama ia memimpin. Salah satu masalah utama yang terjadi selama masa Yaccarino adalah kendali atas kebebasan berbicara yang justru memburuk. Meski Elon Musk memposisikan dirinya sebagai pembela kebebasan berbicara, X justru mematuhi permintaan sensor dari pemerintah asing, melakukan blokir terhadap beberapa tautan luar, dan menggugat kelompok yang mengkritik platform tersebut, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kebijakan moderasi yang tidak konsisten. Secara statistik, pengguna aktif platform mengalami penurunan signifikan selama masa jabatan Yaccarino, dari sekitar 388 juta menjadi 311 juta pengguna. Sementara itu, fitur baru yang dijanjikan selama transformasi aplikasi serba ada seperti sistem pembayaran X Money belum diluncurkan, dan fitur-fitur lain hanya berupa salinan dari aplikasi yang sudah ada. Insiden Grok chatbot yang menyebarkan konten antisemit dan pujian terhadap Hitler semakin menunjukkan lemahnya kontrol platform terhadap konten yang berbahaya. Di sisi keamanan dan perlindungan pengguna, terutama anak-anak, X menghadapi berbagai insiden seperti konten fiksi porno AI yang tidak berizin dan masalah serius terkait Child Sexual Abuse Material (CSAM) yang belum terselesaikan dengan baik. Hal ini memperlihatkan bahwa janji Yaccarino untuk memprioritaskan keselamatan pengguna belum tercapai secara efektif. Secara finansial, meskipun ada beberapa bukti bahwa beberapa pengiklan besar mulai kembali, nilai perusahaan X justru menurun dibandingkan saat awal dibeli Musk. Kombinasi kemunduran pengguna, masalah moderasi, dan tantangan regulasi membuat masa depan platform menjadi tidak pasti, terutama setelah kepergian Yaccarino yang selama ini dianggap figur sentral dalam mengelola hubungan dengan pengiklan dan operasional bisnis.

Analisis Ahli

Adi Robertson
Musk fokus hanya pada pengaturan internal dan bukan pada kebebasan berbicara secara luas, yang membuat klaim idealisme bebas bicaranya dipertanyakan.
eMarketer executive
Pertumbuhan iklan lebih dipengaruhi faktor eksternal seperti hubungan Musk dengan pemerintahan Trump daripada upaya manajemen X sendiri.