Filter Udara Baru Tiru Lendir Hidung untuk Tangkap Debu Lebih Efektif
Sains
Iklim dan Lingkungan
11 Jul 2025
225 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Sistem filtrasi baru terinspirasi oleh mekanisme mukus di hidung manusia.
Filter PRO dapat menangkap lebih banyak partikel dan bertahan lebih lama dibandingkan filter tradisional.
Inovasi ini dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan secara signifikan.
Para insinyur kimia di Korea Selatan telah merancang sistem filter udara baru yang terinspirasi dari lendir hidung manusia. Lendir ini berfungsi sebagai pelindung alami yang menangkap debu, alergen, dan partikel berbahaya sebelum sampai ke paru-paru.
Filter udara ini menggunakan lapisan minyak tipis yang menyerupai lendir hidung, sehingga dapat menangkap lebih banyak partikel udara dibandingkan filter biasa yang hanya menggunakan gaya van der Waals yang lemah.
Keunggulan lainnya adalah filter ini lebih tahan terhadap angin kencang, sehingga partikel yang tertangkap tidak mudah terlepas kembali ke udara. Hal ini sangat berguna di tempat dengan aliran udara kuat seperti stasiun metro dan lokasi konstruksi.
Filter jenis ini juga kompatibel dengan sistem pemurnian udara dan HVAC yang sudah ada, sehingga tidak perlu mengganti seluruh peralatan, hanya menambahkan lapisan minyak saja.
Para peneliti berencana mengembangkan bahan padat dengan permukaan cair yang dapat meningkatkan efektivitas dan menambahkan muatan elektrostatik untuk menangkap partikel yang tersuspensi dalam air, sehingga solusi ini dapat diterapkan lebih luas.
Analisis Ahli
Junyong Park
Filter berlapis minyak ini menunjukkan bahwa menciptakan lapisan cair stabil di filter udara bisa meningkatkan tangkapan partikel secara signifikan dan memperpanjang umur filter, sehingga mengurangi biaya dan konsumsi energi.Prof. Sungho Kim (Ahli Teknik Kimia, Korea)
Pendekatan ini menggabungkan biomimetika dengan teknologi material modern, memperlihatkan potensi besar dalam aplikasi industri untuk kualitas udara yang lebih baik, terutama di negara dengan tingkat polusi tinggi.

