Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Robot Humanoid Teleoperasi Bantu Prosedur Medis Atasi Krisis Rumah Sakit

Teknologi
Robotika
News Publisher
10 Jul 2025
270 dibaca
2 menit
Robot Humanoid Teleoperasi Bantu Prosedur Medis Atasi Krisis Rumah Sakit

AI summary

Robot humanoid memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi dalam sistem kesehatan.
Tantangan teknis perlu diatasi sebelum robot humanoid dapat diterapkan secara luas dalam prosedur medis.
Penggunaan teleoperasi dapat memungkinkan robot melakukan tugas medis dengan lebih aman dan terkoordinasi.
Rumah sakit saat ini menghadapi masalah seperti ruang tunggu yang penuh, kelelahan dokter, dan penundaan operasi. Para peneliti dari University of California San Diego mengembangkan sebuah robot humanoid bernama Unitree G1 yang dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk membantu tugas medis di rumah sakit.Robot ini dilengkapi dengan tangan robotik Inspire Gen4 dan sistem kontrol khusus yang memungkinkan gerakan tangan dan jari yang presisi. Operator menggunakan pedal kaki, tracker tangan, dan kamera untuk mengontrol setiap gerakan robot agar meniru persis tindakan manusia.Dalam pengujian, robot berhasil melakukan berbagai tugas medis seperti pemeriksaan fisik, prosedur darurat seperti ventilasi dan trakeostomi, serta prosedur halus seperti menyuntik dan memandu ultrasound. Namun, masih ada keterbatasan seperti kekuatan tarik yang kurang dan sensor yang kurang peka.Sistem menggunakan kontrol impedansi yang menjaga gerakan robot tetap aman dan tepat, serta memungkinkan kedua tangan robot bekerja bersama secara lancar menggunakan model virtual. Fitur ini diharapkan dapat membantu tugas rutin dan darurat di rumah sakit yang semakin sibuk.Meski hasil awal menunjukkan potensi besar, para peneliti mengakui bahwa perlu ada peningkatan dalam hal kemampuan memegang, penginderaan taktil, serta kontrol kekuatan untuk bisa digunakan secara luas dalam dunia medis di masa depan.

Experts Analysis

Dr. Hiroshi Ishiguro
Robot humanoid memiliki potensi besar dalam mendukung layanan kesehatan, tetapi kesuksesan jangka panjang tergantung pada integrasi sensor haptik yang presisi dan dukungan AI yang adaptif.
Prof. Cynthia Breazeal
Interaksi manusia-robot di bidang medis akan membutuhkan sistem teleoperasi yang intuitif dan responsif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pasien selama prosedur dilakukan.
Editorial Note
Pengembangan robot humanoid yang mampu teleoperasi di lingkungan medis adalah kemajuan signifikan yang dapat membantu mengatasi krisis tenaga medis saat ini, namun masih diperlukan peningkatan signifikan dalam hal kekuatan, presisi, dan sensasi haptik agar bisa benar-benar menggantikan peran manusia dalam operasi kompleks. Investasi berkelanjutan dalam teknologi sensor dan AI sangat penting agar robot tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga mampu mengambil peran lebih aktif dan otonom di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.