Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Saham Naik, NVIDIA Capai Rp 66.80 quadriliun ($4 Triliun) dan Ketegangan Tarif AS-Brasil

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (8mo ago) investment-and-capital-markets (8mo ago)
10 Jul 2025
204 dibaca
2 menit
Pasar Saham Naik, NVIDIA Capai Rp 66.80 quadriliun ($4 Triliun)  dan Ketegangan Tarif AS-Brasil

Rangkuman 15 Detik

Pasar saham menunjukkan tanda-tanda kekuatan di berbagai sektor, bukan hanya teknologi.
Prime Day Amazon menunjukkan penurunan yang signifikan, yang dapat mencerminkan perubahan dalam perilaku konsumen.
Kondisi ekonomi dan kebijakan tarif tetap menjadi perhatian penting bagi perusahaan-perusahaan besar.
Pasar saham dunia mengalami kenaikan signifikan pada Rabu, 9 Juli 2025, dengan mayoritas indeks utama seperti Dow Jones, S&P 500, Nasdaq, dan Russell 2000 menunjukkan pertumbuhan stabil. Kenaikan ini tidak hanya didorong oleh saham teknologi dan AI, tetapi juga sektor lain seperti supply-chain. NVIDIA menjadi sorotan utama dengan pencapaian kapitalisasi pasar sebesar Rp 66.80 quadriliun ($4 triliun) , menandakan kekuatan besar dalam sektor GPU untuk kecerdasan buatan dan pusat data. Microsoft juga mencetak rekor harga saham tertinggi, sementara perusahaan lain seperti Fastenal mencatat valuasi tinggi yang luar biasa di pasar. Di sisi konsumen, Amazon mengalami penurunan penjualan sebesar 41% pada hari pertama Prime Day 4 hari mereka, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kekuatan daya beli masyarakat di tengah tanda-tanda pelemahan pengeluaran konsumen secara umum bulan ini. Federal Reserve melalui FOMC mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25-4,50%, tapi terdapat perbedaan pendapat di antara anggota tentang kapan dan apakah mulai pemotongan suku bunga. Risiko tarif baru dari AS kepada Brasil menyebabkan ketegangan perdagangan yang berlanjut dan belum ada tanda penormalan hubungan dagang internasional. Sementara itu, data klaim pengangguran mingguan menunjukkan peningkatan klaim berkelanjutan mendekati level tertinggi sejak 2021, yang bisa jadi indikator melemahnya pasar tenaga kerja AS jika tren ini berlanjut. Semua perkembangan ini penting untuk dipantau oleh para investor dan pengamat ekonomi.

Analisis Ahli

Janet Yellen
Kebijakan moneter harus dijalankan dengan hati-hati untuk menyeimbangkan antara mengendalikan inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
Jerome Powell
Data ketenagakerjaan dan permintaan domestik menjadi sinyal penting untuk menentukan arah suku bunga berikutnya, meskipun ada perbedaan pendapat di dalam FOMC.