Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Zeekr Beralih ke Plug-in Hybrid, Tinggalkan EV Murni Di China

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (8mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (8mo ago)
09 Jul 2025
149 dibaca
2 menit
Zeekr Beralih ke Plug-in Hybrid, Tinggalkan EV Murni Di China

Rangkuman 15 Detik

Zeekr telah meluncurkan model plug-in hybrid untuk bersaing di pasar otomotif.
Nio dan Tesla adalah dua pemain utama yang masih fokus pada mobil listrik murni di Tiongkok.
Teknologi hybrid menawarkan alternatif bagi konsumen yang khawatir tentang jangkauan mobil listrik.
Zeekr, anak perusahaan Geely Auto, telah memilih untuk meluncurkan kendaraan plug-in hybrid sebagai strategi baru dalam menghadapi persaingan ketat di pasar kendaraan listrik terbesar di dunia, China. Langkah ini diambil untuk menarik lebih banyak pelanggan yang menginginkan teknologi hybrid. Perusahaan asal Hangzhou ini bergabung dengan banyak produsen mobil domestik China lainnya yang saat ini menawarkan produk plug-in hybrid. Dengan demikian, hanya Nio dan Tesla yang masih fokus pada kendaraan listrik murni di kawasan ini. Zeekr 9X, model hybrid pertama mereka, menggunakan baterai Freevoy Super Hybrid dari CATL yang mampu memberikan jangkauan hingga 380 km. Ini dianggap cukup jauh untuk kendaraan plug-in hybrid yang pada umumnya mampu menempuh jarak 100-200 km dengan baterai. Ahli analis Gao Shen menjelaskan bahwa hampir seluruh produsen mobil domestik China kini memiliki produk yang beragam untuk bersaing dengan Tesla. Produk plug-in hybrid ditujukan bagi konsumen yang ingin menghemat biaya atau masih merasa ragu dengan kemampuan kendaraan listrik murni dalam hal jangkauan. Zeekr juga mengklaim teknologi hybrid mereka memiliki keunggulan dalam hal kecepatan pengisian, akselerasi, dan kontrol getaran, yang membuat pengalaman berkendara nyaman baik di jalan raya maupun dalam perkotaan.

Analisis Ahli

Gao Shen
Diversifikasi produk dengan plug-in hybrid adalah strategi penting untuk menarik konsumen yang masih ragu menggunakan EV penuh, terutama dari sisi jarak tempuh dan biaya.