AI summary
Metode Fragle memungkinkan pemantauan kanker yang lebih cepat dan terjangkau. Fragle dapat mendeteksi relapse kanker lebih awal melalui analisis DNA dalam darah. Kerjasama antara A*STAR dan NCCS bertujuan untuk meningkatkan perawatan pasien kanker di rumah sakit lokal. Para ilmuwan di Singapura mengembangkan metode bernama Fragle yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mempermudah pelacakan kanker melalui tes darah. Dengan metode ini, hanya diperlukan sampel darah kecil untuk membantu dokter memantau efektivitas pengobatan kanker.Macam DNA yang berasal dari sel kanker memiliki pola ukuran fragmen berbeda dibandingkan DNA sehat. Fragle menganalisis pola tersebut menggunakan AI sehingga bisa mendeteksi adanya DNA kanker tanpa perlu proses sequencing yang mahal dan rumit.Keunggulan lain Fragle adalah biayanya yang jauh lebih murah, kurang dari 50 dolar Singapura, dibandingkan metode konvensional yang sering membebani pasien lebih dari 1000 dolar Singapura. Hal ini membuat teknologi ini lebih mudah diakses oleh banyak orang.Kini, tim peneliti bekerja sama dengan National Cancer Centre Singapore untuk menguji Fragle pada pasien lung cancer dan melihat keefektifan dalam mendeteksi kekambuhan serta merespon pengobatan. Ini bertujuan agar tes darah ini bisa masuk ke pemeriksaan rutin di rumah sakit.Dengan penggunaan Fragle, diharapkan deteksi dini terhadap sisa kanker setelah pengobatan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Ini akan memberikan dokter informasi penting dalam menentukan langkah pengobatan lanjutan, sehingga perawatan pasien kanker lebih optimal.
Fragle menawarkan terobosan penting dalam diagnostik kanker karena mengurangi biaya dan waktu yang selama ini menjadi hambatan utama untuk monitor pengobatan berbasis ctDNA. Dengan algoritme AI yang canggih namun sederhana, metode ini sangat potensial untuk diadopsi secara luas di negara berkembang sekalipun tanpa mengorbankan akurasi.