AI summary
Pencapaian waktu koherensi qubit yang lebih lama meningkatkan kemampuan komputasi kuantum. Kemajuan ini mengurangi kebutuhan untuk koreksi kesalahan kuantum yang berat. Teknologi kuantum dapat memiliki aplikasi industri dalam waktu lima tahun ke depan. Para peneliti di Aalto University, Finlandia, berhasil memecahkan rekor baru dalam dunia komputasi kuantum dengan mencapai waktu koherensi 1 milidetik untuk qubit tipe transmon. Koherensi waktu ini adalah durasi qubit mampu mempertahankan keadaan kuantumnya sebelum kehilangan informasi akibat gangguan lingkungan.Sebelumnya, catatan waktu koherensi untuk qubit transmon hanya sekitar 0,6 milidetik, sehingga pencapaian ini merupakan loncatan yang sangat besar. Koherensi yang lebih lama memungkinkan komputer kuantum melakukan operasi yang lebih rumit dengan tingkat kesalahan yang lebih rendah, sehingga meningkatkan kinerja dan keandalan komputer kuantum.Pencapaian ini juga penting karena mengurangi kebutuhan akan koreksi kesalahan kuantum yang sangat berat, yang merupakan salah satu rintangan utama dalam pengembangan komputer kuantum fault-tolerant atau tahan kesalahan. Dengan koherensi lebih tinggi, teknologi kuantum bisa lebih cepat berkembang menuju aplikasi nyata.Tim peneliti menggunakan fasilitas cleanroom berkualitas tinggi di Micronova, bagian dari infrastruktur OtaNano Finlandia, dan sumber material superkonduktor dari VTT, institut riset nasional Finlandia. Proyek ini dipimpin oleh mahasiswa doktoral Mikko Tuokkola dan diawasi oleh Dr. Yoshiki Sunada.Melihat ke depan, Profesor Mikko Möttönen percaya bahwa dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, komputer kuantum bisa mulai digunakan dalam setting industri dan komersil, terutama untuk menjalankan algoritma NISQ dan mesin dengan koreksi kesalahan yang ringan. Prestasi ini juga mengukuhkan posisi Finlandia sebagai pemain utama dalam teknologi kuantum global.
Peningkatan koherensi qubit menjadi terobosan krusial yang akan mempercepat pengembangan komputer kuantum praktis; ini juga menunjukkan kekuatan kolaborasi antara institusi riset dan fasilitas teknis berkualitas tinggi. Namun, masih dibutuhkan kerja keras tambahan agar koreksi kesalahan secara signifikan bisa efektif dan dapat membawa kemajuan ke tahap produksi massal.