Lonjakan Pesanan Meituan Capai 120 Juta Saat Perang Harga E-Commerce Cina
Bisnis
Marketing
06 Jul 2025
98 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Meituan mencatatkan rekor pesanan harian dalam layanan pengiriman instannya.
Persaingan yang ketat antara raksasa e-commerce di Tiongkok memicu perang harga.
Inisiatif subsidi dari Alibaba menunjukkan upaya untuk meningkatkan daya tarik layanan pengiriman instan.
Meituan mengalami lonjakan pesanan harian yang mencapai rekor lebih dari 120 juta pesanan pada Sabtu lalu, menunjukkan pertumbuhan besar dalam layanan pengiriman instan mereka sejak berdiri di tahun 2010. Lonjakan ini terutama didorong oleh pesanan makanan yang menyumbang sebagian besar volume transaksi.
Akibat lonjakan pesanan yang sangat tinggi, platform Meituan sempat mengalami gangguan teknis karena server mereka kewalahan memproses banyaknya pesanan. Masalah ini berhasil diselesaikan dalam beberapa jam agar layanan kembali normal dan dapat memenuhi permintaan konsumen.
Situasi ini menjadi bagian dari persaingan sengit antara perusahaan e-commerce besar Cina yaitu Meituan, Alibaba, dan JD.com. Ketiganya berlomba menarik pengguna dengan memberikan berbagai diskon dan program subsidi besar agar tetap kompetitif di pasar pengiriman instan.
Alibaba, melalui layanan Taobao Instant Commerce, menawarkan program subsidi sebesar 50 miliar yuan dalam satu tahun sebagai upaya meningkatkan pangsa pasar, sementara Meituan menurunkan harga produk seperti kopi hingga serendah 2 yuan untuk memikat konsumen.
Persaingan ini mencerminkan upaya perusahaan e-commerce utama di Cina untuk mengatasi penurunan pengeluaran konsumen akibat ketidakpastian ekonomi, dengan berfokus pada layanan pengiriman instan yang semakin diminati masyarakat.
Analisis Ahli
Dr. Li Wei (Ahli Ekonomi Digital)
Strategi agresif dengan subsidi besar dapat mendorong pertumbuhan pasar dalam jangka pendek, namun harus diikuti dengan peningkatan efisiensi agar bisnis tetap berkelanjutan.Prof. Zhang Yong (Ekonom Pasar dan Konsumen)
Persaingan sengit di layanan pengantaran instan ini dapat menjadi katalis bagi transformasi digital di sektor ritel dan makanan, sekaligus mempercepat perubahan perilaku konsumen di China.


