Perintah Trump Batasi Drone China, Waktu dan Biaya Jadi Tantangan Besar
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
06 Jul 2025
108 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perintah eksekutif bertujuan untuk meningkatkan penggunaan drone domestik di AS.
Dominasi China dalam industri drone membuat penghapusan produk mereka dari rantai pasokan menjadi sulit.
Pandangan pelaku industri menunjukkan bahwa kebijakan ini dapat meningkatkan biaya dan kompleksitas produksi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada Juni 2020 yang mengharuskan penggunaan drone buatan dalam negeri di pemerintahan dan mempercepat produksi drone AS melalui pengurangan regulasi.
Tujuannya adalah membatasi dominasi pasar drone global yang saat ini dipimpin oleh perusahaan-perusahaan China yang sudah sangat mapan dan menguasai suplai pasar dunia.
Namun, banyak pengamat dan pelaku industri menyatakan bahwa penghapusan produk China dari rantai pasokan tidak mudah karena hanya ada sedikit perusahaan drone non-China di dunia, sehingga biaya akan meningkat.
Perintah ini juga dianggap sebagai strategi negosiasi dalam konteks persaingan teknologi antara AS dan China, bukan hanya keputusan sepihak tanpa dampak ekonomi.
Meski niatnya untuk menguatkan kapabilitas domestik, tantangan utama AS adalah waktu dan biaya yang diperlukan untuk mengejar ketertinggalan dan memperbaiki rantai pasokannya sendiri.
Analisis Ahli
Paul Nielsen
Melihat perintah eksekutif ini sebagai taktik negosiasi yang bisa menaikkan biaya dan menimbulkan dampak ekonomi yang tidak diinginkan karena hanya sedikit perusahaan non-Tiongkok yang bisa memproduksi drone.
