AI summary
Sistem perpajakan saat ini lebih menguntungkan miliarder dibandingkan pekerja kelas menengah. Miliarder dapat menggunakan strategi pajak yang memungkinkan mereka membayar pajak yang jauh lebih rendah atas pertumbuhan kekayaan mereka. Mengubah cara pajak dikenakan pada kekayaan dapat menghasilkan pendapatan tambahan yang signifikan untuk layanan publik dan mengurangi ketidaksetaraan. Banyak orang berpikir miliarder membayar pajak lebih rendah daripada pekerja biasa, tapi sebenarnya 25 orang terkaya di AS membayar tarif pajak efektif sekitar 16%, yang sama atau lebih tinggi dari pekerja kelas menengah. Namun, sistem pajak saat ini berbeda dalam cara mengenakan pajak pada penghasilan bekerja dan kekayaan mereka.Orang biasa membayar pajak langsung atas gaji mereka setiap kali menerima penghasilan, sedangkan miliarder sering menggunakan cara untuk menunda pajak atas kenaikan nilai investasi seperti saham sampai mereka menjualnya. Ini membuat pajak mereka atas kekayaan bertumbuh jauh lebih rendah dari pajak atas penghasilan kerja.Salah satu strategi yang digunakan miliarder disebut 'buy-borrow-die', di mana mereka meminjam uang dengan menggunakan saham sebagai jaminan tanpa harus membayar pajak, lalu mewariskan kekayaan mereka ke trah berikutnya dengan pajak minimal.Data menunjukkan selama beberapa tahun terakhir, 25 miliarder terkaya membayar pajak efektif hanya 3,4% dari pertumbuhan kekayaan mereka, jauh lebih kecil daripada tarif pajak kelas menengah. Jika mereka membayar pajak dengan tarif yang sama seperti kelas menengah, negara akan mendapatkan ratusan miliar dolar ekstra setiap tahun.Pendapatan tambahan dari pajak ini bisa digunakan untuk memperbaiki layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan mengurangi utang nasional. Masalah utama bukanlah tarif pajak, tapi bagaimana sistem saat ini lebih menekan penghasilan kerja daripada kekayaan.
Sistem perpajakan yang lebih memajaki kekayaan daripada pendapatan kerja adalah ketidakadilan struktural yang harus segera diperbaiki. Tanpa reformasi yang signifikan, ketimpangan ekonomi akan terus melebar dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.