Cina Luncurkan Sistem Tenaga Surya Terapung Berbasis Air Laut untuk Kurangi Emisi
Sains
Iklim dan Lingkungan
05 Jul 2025
234 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Proyek solar terapung di Qingdao merupakan inovasi dalam energi terbarukan di sektor maritim.
Sinopec berperan penting dalam pengembangan proyek untuk mengurangi emisi karbon.
Strategi energi Beijing bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi melalui penggunaan sumber energi lokal.
Cina baru saja meluncurkan sistem tenaga surya terapung yang menggunakan air laut, sebuah inovasi pertama yang dapat digunakan untuk produksi energi besar-besaran. Proyek ini merupakan bagian dari usaha besar negara untuk mengembangkan energi terbarukan di wilayah pesisir serta memperkuat ekonomi maritim.
Proyek yang terletak di Qingdao ini merupakan bagian dari inisiatif besar oleh Sinopec, perusahaan milik negara yang sudah dikenal luas. Sistem ini mampu menghasilkan listrik hingga jutaan kilowatt jam per tahun dan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Panel surya yang terapung ini memanfaatkan air laut dan pasang surut untuk meningkatkan efisiensi produksinya sebesar 5 hingga 8 persen dibandingkan dengan sistem lain yang tidak terapung. Hal ini membuat teknologi ini menjadi solusi yang efisien dan ramah lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah Cina yang menargetkan kapasitas tenaga surya dan angin yang sangat besar hingga tahun 2030, mengurangi ketergantungan pada sumber energi impor dan mendorong inovasi dalam sektor energi terbarukan.
Teknologi baru ini diharapkan dapat menjadi contoh penting dari inovasi dan transformasi di bidang energi yang tidak hanya mendukung pembangunan industri tinggi namun juga memberikan dampak positif pada lingkungan hidup di Cina.
Analisis Ahli
Prof. Zhang Wei (ahli energi terbarukan)
Pengembangan sistem fotovoltaik terapung berbasis air laut ini menunjukkan peningkatan penting dalam efisiensi energi yang dapat memperluas cakupan energi bersih di daerah pesisir secara signifikan.


