Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pemerintah AS Kritik dan Batalkan Langganan Jurnal Ilmiah Mahal dan Diragukan

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
NatureMagazine NatureMagazine
30 Jun 2025
87 dibaca
2 menit
Pemerintah AS Kritik dan Batalkan Langganan Jurnal Ilmiah Mahal dan Diragukan

Rangkuman 15 Detik

Robert F. Kennedy Jr menuduh jurnal medis terkemuka korup dan mempengaruhi kebijakan penerbitan pemerintah.
Pemerintah AS memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan penerbit jurnal besar demi efisiensi anggaran.
Kontroversi ini menunjukkan ketegangan antara penelitian akademik dan kebijakan politik di AS.
Pemerintah Amerika Serikat, di bawah Presiden Donald Trump, memutuskan untuk membatalkan langganan beberapa jurnal ilmiah terkemuka yang diterbitkan oleh Springer Nature. Langkah ini diambil karena dianggap jurnal tersebut memberlakukan biaya akses dan biaya publikasi yang sangat tinggi sehingga memberatkan dana pembayar pajak. Beberapa agensi besar seperti Departemen Pertanian, Departemen Energi, dan NASA memilih untuk tidak melanjutkan kontrak langganan dengan Springer Nature. Padahal jurnal-jurnal ini, termasuk Nature, adalah sumber ilmu pengetahuan prestisius yang banyak dipakai oleh ilmuwan dunia. Kebijakan ini muncul di tengah kontroversi dan kritik dari pejabat tinggi pemerintah, termasuk Robert F. Kennedy Jr, yang menuduh jurnal medis utama mempublikasikan penelitian yang terpengaruh oleh kepentingan perusahaan farmasi dan menyebutnya sebagai 'sains sampah' atau junk science. Namun, pihak Springer Nature menyatakan hubungan mereka dengan agensi federal AS masih baik dan tidak ada perubahan berarti dalam kerja sama. Para ahli independen juga menyatakan bahwa tuduhan tersebut kurang berdasar dan berpotensi bermotif politik, mengingat tidak adanya contoh konkret yang disampaikan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran soal akses ilmuwan pemerintah AS terhadap jurnal ilmiah kelompok penerbit besar, dan mengangkat perdebatan terkait transparansi, biaya akses, dan integritas jurnal akademik di era modern.

Analisis Ahli

Ivan Oransky
Tuduhan 'junk science' kurang berdasar, dan pemutusan kontrak besar seperti ini biasanya memiliki motif politik yang kuat dibanding alasan ilmiah yang jelas.