AI Centaur: Sistem Cerdas Prediksi Pilihan Manusia Lebih Luas dan Akurat
Sains
Neurosains and Psikologi
02 Jul 2025
236 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Centaur dapat memprediksi keputusan manusia dalam berbagai tugas dengan akurasi tinggi.
Sistem ini menawarkan alternatif untuk penelitian yang memerlukan waktu dan sulit dilakukan dengan peserta manusia.
Pengembangan Centaur menunjukkan potensi penggunaan AI dalam membantu memahami perilaku manusia dan teori kognitif.
Para peneliti telah menciptakan sebuah sistem kecerdasan buatan bernama Centaur yang mampu meniru dan memprediksi keputusan manusia dalam berbagai situasi dan tugas. Berbeda dengan model AI sebelumnya yang hanya bisa fokus pada satu jenis tugas, Centaur bisa menjalankan banyak jenis eksperimen sekaligus.
Sistem ini dilatih dengan data besar berupa pilihan yang dibuat oleh puluhan ribu orang dalam ratusan eksperimen psikologi. Dengan begitu, Centaur dapat memahami pola pengambilan keputusan manusia secara luas, tidak hanya di satu bidang saja seperti permainan strategi atau keputusan risiko.
Dalam pengujian, Centaur bahkan mampu memprediksi keputusan manusia pada tugas yang belum pernah dipelajari sebelumnya, serta mengalahkan berbagai model matematika dan statistik yang biasa dipakai dalam psikologi. Hanya pada satu tugas terkait tata bahasa, Centaur tidak menjadi yang terbaik.
Salah satu keunggulan utama Centaur adalah kemampuannya untuk menjalankan simulasi eksperimen secara komputer sehingga menghemat waktu dan mengatasi kesulitan dalam merekrut subjek penelitian, termasuk anak-anak atau orang dengan kondisi psikiatri yang biasanya susah diajak riset.
Para ahli menganggap perkembangan ini sangat menjanjikan untuk ilmu kognitif dan psikologi karena membantu membangun teori-teori baru tentang bagaimana manusia membuat keputusan. Dengan bantuan Centaur, riset di bidang ini bisa menjadi lebih cepat, mudah, dan inklusif.
Analisis Ahli
Marcel Binz
Pengembangan Centaur memungkinkan eksperimen kognitif dilakukan secara in silico, sangat menguntungkan untuk studi yang sulit merekrut peserta.Giosuè Baggio
Sistem ini membuka peluang baru dalam membangun teori kognitif dengan bantuan mesin yang bisa melihat pola perilaku luas dan beragam.

