xAI Elon Musk Raih Pendanaan Rp 167.00 triliun ($10 Miliar) untuk Kembangkan AI dan Hadapi Regulasi EU
Teknologi
Kecerdasan Buatan
01 Jul 2025
38 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
xAI berhasil mengumpulkan $10 miliar untuk memperkuat pengembangan kecerdasan buatan.
Uni Eropa sedang menyelidiki X terkait pelanggaran Digital Services Act yang dapat mengakibatkan sanksi besar.
Grok merupakan fokus utama pengembangan xAI dengan dana yang baru dikumpulkan.
xAI, perusahaan AI yang didukung oleh Elon Musk, baru saja berhasil mengumpulkan dana besar sebesar 10 miliar dolar melalui kombinasi utang dan investasi ekuitas. Pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan teknologi AI canggih dan membangun salah satu pusat data terbesar di dunia.
Morgan Stanley mengumumkan bahwa utang yang dikumpulkan terdiri dari surat utang terjamin dan pinjaman jangka waktu, dengan minat besar dari para investor global yang terkemuka. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis xAI.
Selain dana tersebut, xAI juga sedang bernegosiasi untuk mengumpulkan tambahan dana melalui investasi ekuitas hingga 20 miliar dolar, yang bisa memberikan valuasi perusahaan lebih dari 120 miliar dolar. Bila berhasil, pendanaan ini akan menjadi salah satu putaran investasi startup terbesar di dunia.
Namun di sisi lain, xAI Holdings yang dibentuk melalui merger xAI dan platform X (dulu dikenal sebagai Twitter) sedang berada di bawah pengawasan ketat oleh Uni Eropa. Pemerintah Eropa menyelidiki apakah perusahaan ini melanggar aturan Digital Services Act yang mengatur konten ilegal dan disinformasi.
Jika terbukti melanggar, xAI dan platform X bisa dikenakan denda hingga 6 persen dari pendapatan global mereka. Penyelidikan ini telah berlangsung sejak Desember 2023, dan Komisi Eropa mengisyaratkan kemungkinan pemberian denda sebelum jeda parlemennya pada Agustus.
