TikTok Luncurkan Platform Belanja Online di Jepang Untuk Kurangi Ketergantungan Pada Pasar AS
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
01 Jul 2025
192 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
TikTok meluncurkan platform e-commerce di Jepang sebagai bagian dari strategi diversifikasi.
Mantan Presiden Donald Trump terlibat dalam negosiasi terkait masa depan TikTok di AS.
Pasar e-commerce Jepang semakin kompetitif dengan kehadiran pemain baru dari Tiongkok.
TikTok secara resmi meluncurkan TikTok Shop di Jepang, memungkinkan pengguna membeli produk langsung dari video yang mereka tonton di aplikasi. Langkah ini merupakan salah satu upaya TikTok untuk memperluas kehadiran globalnya.
Peluncuran ini terjadi di tengah ketidakpastian masa depan TikTok di Amerika Serikat, di mana pemerintah AS menuntut penjualan operasi TikTok kepada investor lokal. Presiden Donald Trump bahkan menyatakan sudah menemukan pembeli, meskipun prosesnya masih memerlukan persetujuan dari Beijing.
Pasar e-commerce di Jepang sudah memiliki banyak pemain, termasuk platform China seperti Temu dan Shein. Dengan bergabungnya TikTok, persaingan akan semakin ketat di sektor ini, dan TikTok berharap dapat memanfaatkan popularitasnya untuk menarik konsumen Jepang.
Hingga kini, TikTok Shop sudah hadir di 17 pasar internasional, yang menunjukkan ambisi besar TikTok dalam mengembangkan bisnis e-commerce di berbagai negara selain AS. Ini juga merupakan strategi untuk mengurangi ketergantungan pada pasar AS yang sedang bermasalah.
Selain TikTok, perusahaan China lain seperti Alibaba Group juga aktif mengembangkan layanan e-commerce di Jepang dengan meluncurkan Tao tahun lalu. Oleh karena itu, peluncuran TikTok Shop menandai persaingan lebih sengit antar platform e-commerce di negara tersebut.


