Vitalik Buterin Tegaskan Risiko Privasi Sistem ID Digital Satu-Per-Orang World
Teknologi
Keamanan Siber
28 Jun 2025
166 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pentingnya menjaga privasi individu dalam sistem identitas digital.
Risiko yang dihadapi oleh sistem identitas satu-per-orang terhadap anonimitas dan perlindungan data.
Perlunya pendekatan pluralistik dalam pengembangan identitas digital untuk meningkatkan keamanan dan privasi.
Sam Altman dan Alex Blania menciptakan proyek World yang menggunakan teknologi blockchain dan pemindai bola mata untuk membuat ID unik setiap pengguna. Tujuan utamanya adalah membedakan manusia asli dari kecerdasan buatan agar layanan internet lebih aman.
Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, menyuarakan kekhawatiran tentang pendekatan ini. Meskipun teknologi zero-knowledge proofs menjanjikan privasi, sistem ini tetap menerapkan aturan satu ID untuk satu orang yang bisa membatasi kebebasan dan perlindungan identitas pribadi.
Buterin mengingatkan bahwa kebebasan membuat akun pseudonim banyak membantu orang melindungi diri terutama di waktu ketika ancaman seperti pengawasan berlebihan dan teknologi seperti drone kian berkembang. Dengan satu ID tunggal, data aktivitas seseorang bisa dipantau secara menyeluruh.
Salah satu contoh risiko terjadi di Amerika Serikat, dimana pemerintah meminta pelamar visa membuka sosial media untuk skrining aktivitas. Meski akun berbeda, pemerintah bisa memaksa pengguna membocorkan kunci rahasia untuk mengakses seluruh akun yang terkait ID tunggal itu.
Sebagai solusi, Buterin mendukung model pluralistic identity yang menggunakan berbagai sumber identitas dan tanpa otoritas tunggal. Cara ini menciptakan keseimbangan antara verifikasi dan privasi, yang dia yakini sebagai solusi terbaik untuk tantangan identitas digital masa depan.

