Industri Panel Surya China Terjerat Kerugian Besar dan Krisis Pasar 2024
Sains
Iklim dan Lingkungan
28 Jun 2025
265 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Industri panel surya di China sedang mengalami krisis dengan banyak produsen yang rugi.
Perang harga dan kelebihan pasokan menjadi tantangan utama bagi produsen.
Acara seperti SNEC PV Conference menunjukkan ketidakpastian di pasar energi terbarukan.
Industri panel surya China sedang mengalami masa sulit karena harga panel dan komponen turun drastis hingga 60-80 persen sejak tahun lalu. Kondisi ini menimbulkan kerugian besar dan membuat banyak perusahaan kesulitan bertahan dalam persaingan pasar yang ketat.
Konferensi tahunan SNEC PV yang biasanya menjadi ajang utama para pemain besar industri ini berlangsung dengan skala lebih kecil dan banyak perusahaan utama bahkan tidak hadir akibat kondisi pasar yang sulit dan kendala anggaran.
Sebanyak satu pertiga dari 121 perusahaan produsen panel surya yang tercatat di bursa mengalami kerugian, sementara lebih dari 50 perusahaan di sepanjang rantai pasokan sudah mengajukan kebangkrutan sepanjang tahun 2024.
Selain masalah harga dan persaingan harga domestik yang sangat ketat, industri ini juga menghadapi hambatan ekspor karena tarif yang membatasi akses pasar luar negeri, sehingga tekanan finansial terus meningkat.
Para analis dan pelaku industri memperkirakan kondisi penurunan ini tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi bisa berlangsung lebih lama dari yang diharapkan, mengancam masa depan beberapa perusahaan dan menimbulkan ketidakpastian di pasar global.
