TLDR
Transaksi aset digital di Bolivia meningkat pesat sebagai respons terhadap krisis ekonomi. Kripto dan stablecoin seperti Tether menjadi alternatif bagi masyarakat untuk melindungi nilai tabungan. Regulasi untuk teknologi finansial di Bolivia sedang dalam proses pengembangan untuk menyesuaikan dengan standar internasional. Bolivia kini menghadapi krisis ekonomi yang berat dengan inflasi tinggi dan nilai mata uang lokal yang merosot drastis. Banyak warga kesulitan dalam melindungi tabungan mereka dari depresiasi boliviano.Sejak larangan terhadap penggunaan cryptocurrency dicabut pada Juni tahun lalu, transaksi aset digital di Bolivia mengalami peningkatan dramatis hingga lebih dari lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya.Bank Sentral Bolivia melaporkan transaksi menggunakan instrumen elektronik dan aset virtual melonjak dari puluhan juta dolar menjadi ratusan juta dolar hanya dalam waktu satu tahun.Penggunaan crypto seperti Binance dan stablecoin Tether membantu masyarakat, terutama bisnis kecil dan keluarga, dalam melakukan pembayaran serta transaksi keuangan lintas batas dengan lebih mudah.Walaupun demikian, para ahli ekonomi mengingatkan bahwa peningkatan transaksi crypto ini menunjukkan kondisi ekonomi yang memburuk, bukan tanda stabilitas finansial yang sebenarnya.