Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Terobosan Baterai EV: Isi Cepat, Ringan, dan Hemat Logam Kritis

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (8mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (8mo ago)
27 Jun 2025
158 dibaca
2 menit
Terobosan Baterai EV: Isi Cepat, Ringan, dan Hemat Logam Kritis

Rangkuman 15 Detik

Inovasi dalam teknologi baterai dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan kendaraan listrik.
Pengurangan penggunaan material kritis dapat membantu mengatasi tantangan rantai pasokan di AS.
Pengisian cepat dan peningkatan kepadatan energi dapat mendorong adopsi yang lebih luas dari mobil listrik.
Para peneliti dari Oak Ridge National Laboratory di Tennessee Amerika Serikat mengembangkan teknologi baterai kendaraan listrik yang sangat cepat diisi ulang. Teknologi baru ini dapat mengisi ulang baterai sampai 80 persen dalam waktu 10 menit saja, jauh lebih cepat dibanding teknologi sebelumnya. Hal ini sangat membantu dalam mengatasi keterbatasan material logam seperti tembaga dan aluminium yang kini sangat dibutuhkan untuk produksi baterai. Teknologi ini menggabungkan kolektor arus baru yang merupakan lapisan polimer tipis yang diselipkan antara lapisan tembaga atau aluminium yang sangat tipis. Dengan desain ini, berat baterai bisa dipangkas hingga hanya seperempat dari baterai umum sekaligus meningkatkan kapasitas energi sampai 27 persen, sehingga kendaraan bisa menempuh jarak lebih jauh per sekali isi ulang. Pembuatan baterai menggunakan metode roll-to-roll yang sudah standar di industri, namun para peneliti menghadapi tantangan untuk mencegah kerutan pada lapisan polimer. Melalui penyesuaian proses pembuatan, masalah tersebut berhasil diatasi dan baterai yang dihasilkan tahan hingga 1.000 siklus pengisian ulang cepat tanpa penurunan performa signifikan. Kerja sama dengan Soteria Battery Innovation Group juga menekankan aspek keamanan baterai. Kolektor arus berbasis polimer ini berfungsi layaknya pemutus sirkuit di dalam baterai, sehingga saat terjadi hubung singkat yang bisa menyebabkan kebakaran, lapisan plastik akan meleleh dan memutus sambungan logam, menghindari risiko kebakaran lithium-ion yang sering terjadi pada baterai konvensional. Inovasi ini didukung oleh Departemen Energi Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi baterai EV domestik dan mengurangi ketergantungan pada sumber bahan baku asing. Penemuan ini menjadi harapan baru untuk teknologi baterai yang lebih cepat, lebih ringan, dan lebih aman – yang penting bagi masa depan kendaraan listrik dan lingkungan.