Warren Buffett Enggan Beli Saham Berkshire Setelah Turun 10% Karena Terlalu Mahal
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
27 Jun 2025
159 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Warren Buffett telah menjadi penjual bersih saham selama beberapa kuartal terakhir.
Berkshire Hathaway tidak membeli kembali sahamnya karena harga saham terlalu tinggi.
Domino's Pizza adalah salah satu saham yang terus dibeli oleh Buffett dalam beberapa tahun terakhir.
Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, dikenal sebagai investor legendaris yang mampu memberikan keuntungan luar biasa selama beberapa dekade. Saham kelas A Berkshire Hathaway telah meningkat lebih dari 6 juta persen sejak era 1960-an, jauh melampaui kenaikan indeks S&P 500. Walau begitu, sikap Buffett terhadap pembelian saham belum tentu selalu agresif meskipun harga turun.
Dalam kurun 10 kuartal terakhir hingga bulan Maret 2025, Buffett lebih sering menjual saham daripada membeli, total penjualan bersih mencapai lebih dari 174 miliar dolar AS. Namun, ia tetap menambah posisi di saham tertentu, seperti Domino's Pizza, yang dianggap memiliki keunggulan kompetitif dan rekam jejak pertumbuhan yang kuat.
Salah satu kebijakan penting adalah pembelian kembali saham Berkshire Hathaway sendiri yang baru bisa dilakukan sejak Juli 2018 setelah aturan buyback dilonggarkan. Sejak saat itu, Buffett mengalokasikan hampir 78 miliar dolar AS untuk membeli kembali saham perusahaannya, lebih banyak daripada saham lain yang pernah dibelinya.
Meskipun saham Berkshire sempat turun 10% dari harga tertinggi, Buffett tidak tergoda untuk membeli kembali saham tersebut saat ini. Hal ini karena harga saham Berkshire saat ini masih berada pada harga premium 60 hingga 80 persen dibanding nilai bukunya, sedangkan Buffett lebih suka membeli saham yang harganya lebih wajar, biasanya di sekitar premium 30 hingga 50 persen.
Dengan modal kas besar yang dimiliki Berkshire Hathaway, Buffett siap melakukan pembelian jika harga saham menjadi lebih murah. Namun, saat ini dia memilih untuk menunggu harga yang lebih menarik dan tidak tergesa-gesa membeli meskipun ada koreksi harga saham.