AI summary
Serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tidak berhasil menghancurkan program nuklir secara keseluruhan, hanya menunda kemajuan. Penilaian yang bertentangan tentang kerusakan fasilitas memicu perdebatan di antara pihak-pihak terkait. Kondisi fasilitas Fordow dan keberadaan persediaan uranium menjadi perhatian utama setelah serangan tersebut. Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir di Iran yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan pada tanggal 22 Juni 2025. Tujuan serangan ini adalah untuk menghancurkan komponen utama program nuklir Iran agar tidak berkembang lebih lanjut.Menurut laporan Badan Intelijen Pertahanan Pentagon, serangan ini tidak menghancurkan program nuklir Iran secara permanen. Sebaliknya, serangan hanya menunda kemajuan program tersebut dalam waktu beberapa bulan saja.Pemerintah Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump mengklaim serangan tersebut berhasil dan memberikan dampak yang signifikan. Trump bahkan menyebut serangan itu sebagai yang paling sukses dalam sejarah dan menyatakan fasilitas Fordow sudah tidak ada lagi.Citra satelit menunjukkan adanya kerusakan pada fasilitas Fordow, termasuk bekas dari beberapa ledakan bom. Namun, para ahli menyatakan sulit untuk memastikan apakah bagian dalam fasilitas benar-benar hancur karena lokasi yang sangat terlindung.Kemungkinan besar sebagian besar uranium tingkat tinggi telah dipindahkan ke tempat tersembunyi sebelum serangan. Aktivitas kendaraan di lokasi fasilitas tersebut juga terlihat dari citra satelit setelah serangan berlangsung.