Misi Tianwen-2 Cina: Menyiasati Kuasi-Bulan dan Menyelidiki Asal Usul Asteroid
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
13 Jun 2025
268 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tianwen-2 adalah misi ambisius untuk mengeksplorasi dan mengambil sampel dari Kamo‘oalewa.
Kamo‘oalewa adalah objek menarik yang bisa jadi berasal dari bulan dan memiliki orbit unik.
Misi ini tidak hanya akan memberikan wawasan tentang Kamo‘oalewa tetapi juga tentang pembentukan sistem tata surya.
China National Space Administration (CNSA) telah meluncurkan misi luar angkasa Tianwen-2 yang bertujuan untuk menjelajahi asteroid Kamo‘oalewa, sebuah objek yang bergerak di sekitar Bumi dalam orbit kuasi. Misi ini penting karena Kamo‘oalewa adalah salah satu dari sedikit asteroid yang muncul seperti bulan tetapi sebenarnya tidak terikat langsung pada gravitasi Bumi.
Tianwen-2 baru-baru ini mengirimkan gambar pertamanya dari luar angkasa, memperlihatkan sayapnya dengan panel surya yang terbuka. Gambar ini menunjukkan kemajuan teknis misi yang diluncurkan pada Mei 2023 menggunakan roket Long March 3B dari pusat peluncuran di Cina. Gambar ini juga mengingatkan pada desain panel surya pesawat luar angkasa NASA, Lucy.
Salah satu tujuan utama misi adalah untuk mendarat di permukaan Kamo‘oalewa pada Juli 2026, mengambil sampel tanah dari asteroid kecil ini, dan membawa sampel tersebut kembali ke Bumi. Karena gravitasinya yang sangat rendah, mendarat dan mengambil sampel ini merupakan tantangan besar yang harus dihadapi oleh teknologi Tianwen-2.
Setelah misi di Kamo‘oalewa selesai, Tianwen-2 akan melanjutkan perjalanan menggunakan gaya ayunan gravitasi Bumi untuk menuju sebuah asteroid lain bernama 311P/PanSTARRS yang berada di wilayah lebih jauh dari Mars. Asteroid ini menarik karena memiliki ciri-ciri seperti komet, termasuk munculnya ekor yang terlihat.
Misi ini tidak hanya berfungsi untuk memeriksa karakteristik dan asal usul asteroid unik ini, tetapi juga diharapkan dapat memberikan wawasan berharga tentang tata surya kita. Selain itu, misi ini membantu ilmuwan memahami objek-objek yang dekat dengan Bumi dan potensial berbahaya, sekaligus mengeksplorasi lebih dalam hubungan antara Bumi, Bulan, dan asteroid.


