Ubah Ponsel Bekas Jadi Superkomputer Murah dan Ramah Lingkungan
Teknologi
Gadgets dan Wearable
26 Jun 2025
269 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Telepon seluler bekas dapat dimanfaatkan untuk pengolahan data yang efisien.
Inovasi dalam teknologi dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dari limbah elektronik.
Regulasi diperlukan untuk memudahkan daur ulang dan perbaikan perangkat seluler di masa depan.
Setiap tahun, miliaran ponsel cerdas diproduksi dan sebagian besar akhirnya dibuang menjadi limbah elektronik yang sulit didaur ulang, mencemari lingkungan. Saat ini, hanya logam berharga yang berhasil diselamatkan, sementara bagian plastik dan elektronik lainnya sering terbakar atau dibuang sembarangan. Tim di Universitas Tartu memiliki ide cemerlang untuk mengubah ponsel bekas menjadi sebuah klaster komputer mini yang murah dan ramah lingkungan.
Dipimpin oleh Huber Flores, mereka menggunakan empat ponsel Google Nexus yang sudah tidak digunakan dengan menghilangkan baterainya dan menghubungkannya ke sumber daya eksternal. Klaster ponsel ini mampu menjalankan pekerjaan berat seperti analisis gambar dan hosting situs web dengan performa yang lebih baik dibandingkan komputer single-board seperti Raspberry Pi, tetapi dengan biaya yang sangat rendah.
Keunggulan ponsel pintar bekas adalah mereka dibuat tahan panas, efisien dalam pemrosesan energi, dan sudah memiliki perangkat keras seperti multi-core CPU, RAM cepat, serta penyimpanan yang cukup baik. Dengan mengganti sistem operasi Android menjadi PostmarketOS, mereka dapat mengontrol langsung perangkat keras sekaligus meningkatkan keamanan sistem.
Untuk menguji coba, klaster ponsel ditempatkan dalam wadah kedap air dan berhasil mengidentifikasi ikan dari kedalaman 25 meter di laut sekitar Madeira. Selain itu, teknologi ini juga bisa dipakai untuk menghitung penumpang di halte bus atau mengolah data dari drone, menawarkan solusi komputasi yang mudah dan murah menggunakan perangkat bekas yang tersedia banyak.
Namun, tantangan utamanya adalah perangkat modern sering sulit dibongkar dan dimodifikasi karena desain yang tidak modular. Oleh karena itu, diperlukan regulasi agar produsen membuat perangkat yang mudah dipakai ulang. Contoh ini menunjukkan bahwa mengubah perangkat lama bisa jadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi sampah elektronik dan mengurangi kebutuhan server besar yang mahal.

