Lonjakan Ekspor Mobil Plug-in Hybrid China ke Eropa Bebas Tarif Uni Eropa
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
25 Jun 2025
20 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Ekspor PHEV dari China ke Uni Eropa meningkat pesat akibat pembebasan tarif.
PHEV menjadi pilihan bagi produsen mobil China setelah tarif tinggi untuk mobil listrik murni diterapkan.
Pertumbuhan penjualan PHEV menunjukkan potensi pasar yang besar di Eropa bagi mobil listrik dari China.
Mobil plug-in hybrid asal China sekarang sedang naik daun di pasar Eropa. Hal ini terjadi karena Uni Eropa membebaskan kendaraan jenis ini dari bea tarif, sementara kendaraan listrik baterai dikenai tarif tinggi.
Ekspor mobil plug-in hybrid China ke Eropa melonjak hingga 600 persen di bulan Mei dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa produsen mobil China memanfaatkan celah tarif tersebut untuk memperbesar penjualan.
Secara keseluruhan, ekspor mobil plug-in hybrid China juga meningkat pesat sampai Mei 2025 sebanyak hampir 140 persen, dengan total pengiriman mencapai 324.000 unit.
Plug-in hybrid adalah kendaraan yang memiliki baterai isi ulang sekaligus mesin pembakaran dalam. Mobil jenis ini memiliki kurang dari sembilan kursi dan termasuk tipe penumpang paling umum.
Perubahan kebijakan tarif Uni Eropa yang membebaskan kendaraan plug-in hybrid dan mengenakan tarif tinggi pada kendaraan listrik baterai membuat produsen China beralih fokus produksi dan ekspor ke jenis hybrid.


