Deezer Tandai Lagu AI untuk Cegah Penipuan Streaming dan Lindungi Artis
Teknologi
Kecerdasan Buatan
20 Jun 2025
85 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Deezer memperkenalkan label untuk album dengan lagu yang dihasilkan AI untuk meningkatkan transparansi.
Sekitar 18% dari musik yang diunggah setiap hari di Deezer adalah musik yang dihasilkan AI, dengan banyak di antaranya adalah penipuan.
Perusahaan musik besar sedang bernegosiasi dengan startup AI untuk melisensikan karya mereka, di tengah gugatan hukum yang ada.
Deezer mengumumkan cara baru untuk menandai lagu yang dibuat sepenuhnya menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini dilakukan karena semakin banyak lagu AI yang diunggah ke platform mereka, sekitar 18% setiap hari. Deezer ingin melindungi para musisi asli dan mencegah penipuan royalti dari lagu-lagu AI tersebut.
Menurut Deezer, 70% dari streaming lagu AI itu adalah palsu dan digunakan untuk mendapatkan pembayaran royalti secara tidak sah. Untuk itu, lagu AI yang diunggah sekarang akan diberi label khusus agar pengguna tahu mana lagu AI dan mana lagu buatan manusia.
Selain itu, lagu-lagu AI ini tidak akan muncul di playlist yang dibuat oleh editor Deezer atau dalam rekomendasi otomatis yang dipersonalisasi. Jika ditemukan streaming palsu, Deezer tidak akan menghitungnya dalam pembayaran royalti kepada pembuat lagu.
Deezer mencatat bahwa saat ini hanya sekitar 0,5% dari semua streaming di platform mereka adalah lagu AI, tapi jumlah ini terus meningkat dengan cepat. Mereka berkomitmen untuk transparansi agar pengguna dan wajah industri musik mengenali dan membedakan musik AI dengan musik asli.
Selain itu, Deezer juga telah mengajukan paten untuk teknologi deteksi AI yang dapat mengenali tanda unik dari lagu-lagu buatan mesin. Sementara itu, perusahaan rekaman besar sedang bekerja dengan startup AI untuk mencari solusi atas masalah hak cipta di industri musik.



