Tesla Bangun Fasilitas Penyimpanan Baterai Terbesar di China di Tengah Ketegangan Dagang
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
21 Jun 2025
101 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kesepakatan Tesla di Cina menunjukkan langkah penting dalam strategi energi global mereka.
Fasilitas penyimpanan energi besar ini akan membantu menstabilkan pasokan listrik di perkotaan.
Permintaan untuk proyek penyimpanan energi skala besar di Cina terus meningkat seiring dengan pertumbuhan energi terbarukan.
Tesla menandatangani kesepakatan pertama mereka untuk membangun fasilitas penyimpanan baterai skala utilitas di Shanghai, China sebagai bagian dari strategi energi global mereka, meskipun ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China masih berlangsung.
Fasilitas ini akan menggunakan sistem baterai Megapack Tesla, yang dapat menyimpan dan mengatur pasokan listrik untuk mendukung kestabilan jaringan listrik di kota besar, terutama saat pasokan energi terbarukan seperti matahari dan angin terus meningkat.
Kesepakatan senilai Rp 9.29 triliun ($556 juta) ini diharapkan akan menjadi proyek penyimpanan energi skala besar terbesar di China, dan menegaskan posisi Tesla dalam pasar energi yang sangat kompetitif yang didominasi produsen lokal seperti CATL dan BYD.
China sendiri sedang berusaha meningkatkan kapasitas penyimpanan energi hingga 40 gigawatt pada tahun 2025 dan mengembangkan teknologi baterai baru yang menggabungkan sumber daya lokal guna mengurangi ketergantungan pada lithium impor.
Pembangunan fasilitas ini sekaligus memperkuat peran Tesla di pasar China yang merupakan pasar kendaraan listrik dan energi terbesar dunia, serta menunjukkan bagaimana perusahaan beradaptasi dengan dinamika politik dan ekonomi global saat ini.


