Terobosan Drone China Diluncurkan Lewat Peluru Artileri 155mm
Sains
Fisika dan Kimia
20 Jun 2025
14 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
China berhasil mengembangkan drone yang diluncurkan dari artileri setelah lebih dari satu dekade riset.
Sistem peluncuran menggunakan metode mekanis yang tidak bergantung pada elektronik, meningkatkan keandalan.
Teknologi ini dapat mengubah cara operasi militer dengan menyediakan aset yang cepat dan presisi.
China berhasil menguji coba drone yang bisa diluncurkan melalui peluru artileri berkaliber 155mm. Hal ini merupakan pencapaian penting setelah lebih dari sepuluh tahun menghadapi keraguan teknis dan skeptisisme dari para ahli militer. Drone dapat bertahan dari gaya tekan ekstrem saat peluncuran dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Para ilmuwan militer China mengembangkan sistem mekanik yang kokoh untuk menghindari kerusakan komponen elektronik. Sistem ini menggunakan reaksi berantai delapan tahap dengan bahan peledak dan tekanan untuk melepas drone dari peluru di udara dan menyiapkannya untuk penerbangan tanpa menggunakan elektronik rumit.
Perangkat ini dibangun dengan bahan baja tahan karat yang kuat dan mampu menahan tekanan sangat tinggi. Teknologi unik menggunakan jalur api yang dikendalikan untuk mencegah ledakan atau penyumbatan mekanis, serta dirancang untuk berfungsi di berbagai kondisi suhu ekstrem.
Setelah pemisahan sempurna dari peluru, drone dapat melaju lebih dari 10 kilometer dalam hitungan detik. Hal ini memungkinkan drone untuk menghemat energi, memperluas jangkauan penerbangan, dan memperpanjang waktu pengawasan atau penargetan di area musuh.
Dengan keberhasilan ini, China membuka babak baru dalam menggabungkan sistem artileri tradisional dengan teknologi tak berawak modern, menciptakan aset militer yang cepat digunakan, presisi, dan tidak bergantung pada platform peluncuran yang rentan.


