Serangan Rudal Iran Hantam Rumah Sakit Israel, Konflik Nuklir Meningkat
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
19 Jun 2025
85 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan rudal Iran menyebabkan kerusakan signifikan di Israel, termasuk pada rumah sakit.
Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran untuk mencegah pengembangan senjata nuklir.
Tantangan bagi sistem pertahanan Israel meningkat dengan penggunaan rudal multihulu ledak.
Konflik antara Iran dan Israel kembali memanas dengan serangan rudal oleh Iran yang terjadi pada tanggal 19 Juni. Serangan ini menimbulkan korban luka sekitar 240 orang, dengan sebagian besar luka-luka terjadi di rumah sakit Soroka di kota Beersheba, Israel.
Rumah sakit Soroka di Beersheba menjadi sasaran rudal yang menyebabkan kerusakan parah dan membuat sekitar 70 staf dan pasien terluka. Serangan tersebut terjadi sesaat setelah sirine serangan udara berbunyi, menimbulkan kepanikan dan kerusakan.
Sebagai balasan atas serangan Iran, militer Israel melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran, termasuk reaktor air berat Arak dan fasilitas pengayaan Natanz. Mereka menegaskan tujuan serangan adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dengan membidik komponen produksi plutonium.
Serangan Iran diduga menggunakan rudal yang memiliki multiple warhead, membuatnya lebih sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan Israel seperti Iron Dome. Serangan ini juga menyebabkan kerusakan gedung pencakar langit dan bisnis lokal di Ramat Gan.
Situasi ini memicu ancaman keras dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyerukan agar pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak lagi ada, menunjukkan eskalasi ketegangan yang serius antara kedua negara.


