Program Baru AS Percepat Pengujian Reaktor Nuklir Canggih Lawan China
Sains
Iklim dan Lingkungan
19 Jun 2025
191 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Program percontohan DOE bertujuan untuk mempercepat pengujian reaktor nuklir canggih.
China berinvestasi besar dalam energi nuklir dan berencana untuk menjadi pemimpin global di bidang ini.
Linglong-1 adalah inovasi penting dalam teknologi reaktor modular kecil yang dapat berdampak pada pengurangan emisi karbon.
Departemen Energi Amerika Serikat meluncurkan program pilot untuk mempercepat pengujian reaktor nuklir canggih oleh pengembang swasta di luar laboratorium nasional. Ini bertujuan membuka pendanaan privat dan mempercepat proses lisensi komersial guna mendukung kemajuan teknologi nuklir dalam negeri.
Program tersebut menjadi tanggapan atas hambatan yang selama ini menghalangi kemajuan reaktor nuklir sipil di AS. Dengan perintah eksekutif dari Presiden Trump, minimal tiga reaktor diharapkan mencapai kritikalitas pada tanggal 4 Juli 2026, menandai kemajuan signifikan.
Peserta yang ingin ikut program diwajibkan menanggung seluruh biaya mulai dari perancangan, pembuatan, konstruksi, operasi, hingga pengakhiran reaktor uji. Penyeleksian pelamar akan dilakukan berdasarkan kesiapan teknologi, evaluasi lokasi, kondisi finansial, dan rencana terperinci mencapai kritikalitas.
Sementara itu, China terus meningkatkan kapasitas nuklirnya dengan 102 reaktor dalam berbagai tahap pembangunan. China bahkan meluncurkan reaktor modular kecil pertama di dunia, Linglong-1, untuk membantu pengurangan emisi karbon, mengancam posisi AS sebagai pemimpin energi nuklir.
Dengan program ini, AS berharap dapat mendukung inovasi teknologi nuklir baru yang cepat, memberikan peluang bagi pengembang dalam negeri dan memperkuat posisi ekonomi dan pertahanan nasionalnya dalam persaingan global energi.



