Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waymo Batasi Layanan Karena Protes Nasional terhadap Kebijakan Trump

Teknologi
Robotika
robotics (9mo ago) robotics (9mo ago)
15 Jun 2025
238 dibaca
2 menit
Waymo Batasi Layanan Karena Protes Nasional terhadap Kebijakan Trump

Rangkuman 15 Detik

Waymo membatasi layanan robotaxi akibat protes terhadap kebijakan imigrasi.
Kendaraan Waymo menjadi sasaran vandalisme selama protes.
Protes ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.
Waymo, perusahaan robotaxi milik Alphabet, membatasi layanan mereka di beberapa kota besar Amerika Serikat akibat adanya protes nasional 'No Kings' yang menolak kebijakan Presiden Donald Trump. Protes ini mempengaruhi aktivitas operasional Waymo yang biasa mengandalkan kendaraan otomatis mereka di kota-kota seperti San Francisco, Austin, Atlanta, dan Phoenix. Di Los Angeles, layanan Waymo benar-benar dihentikan setelah lima kendaraan robotaxi mereka dibakar dan dicoret dengan pesan anti-imigran sebagai bagian dari demonstrasi menentang kebijakan keras pemerintahan Trump terkait imigrasi. Kerusakan ini membuat Waymo merasa perlu menangguhkan layanan mereka demi keamanan. Para demonstran mungkin melihat kendaraan robotaxi sebagai alat pengawasan karena sebelumnya polisi sering meminta rekaman video dari kendaraan Waymo untuk keperluan investigasi. Waymo sendiri menolak permintaan rekaman yang mereka anggap tidak sesuai atau terlalu luas agar privasi tetap terjaga. Di San Francisco, sebagai kota yang juga terimbas oleh pembatasan layanan Waymo, kepala pemadam kebakaran mengambil keputusan untuk hanya memadamkan api saat ada bahaya langsung ke bangunan, sebagai langkah keamanan di masa kerusuhan sipil yang terjadi. Situasi ini menunjukkan bagaimana teknologi modern seperti robotaxi bisa menjadi fokus kontroversi dalam kondisi sosial dan politik yang tidak stabil, memaksa perusahaan untuk mengatur ulang layanannya demi menjaga keamanan dan reputasi.