China Mulai Produksi Chip Fotonik Lithium Niobat untuk AI dan Komputasi Masa Depan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
12 Jun 2025
278 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China telah memulai produksi chip fotonik TFLN untuk mendukung kemajuan dalam AI dan komputasi kuantum.
TFLN memiliki performansi teknis yang menjanjikan, meskipun ada tantangan dalam manufaktur massal.
Perusahaan-perusahaan seperti SMART Photonics dan PsiQuantum juga berinovasi dalam bidang fotonik dan komputasi kuantum.
China kini memulai produksi chip fotonik menggunakan wafer lithium niobat tipis berukuran 6 inci. Ini merupakan langkah penting karena chip fotonik bekerja dengan sinar cahaya, bukan sinyal listrik seperti biasanya, sehingga memungkinkan teknologi lebih cepat dan hemat energi.
Walau negara lain seperti Belanda dan Amerika Serikat sudah lebih dulu mengembangkan teknologi ini, China berhasil membuat jalur produksi chip tersebut setelah berjuang selama hampir 15 tahun menghadapi tantangan material yang rapuh.
Chip lithium niobat tipis (TFLN) unggul karena memiliki efek elektro-optik yang sangat cepat dan mampu mendukung kecepatan koneksi optik tinggi dengan konsumsi daya rendah. Keunggulan ini penting untuk pengembangan AI, jaringan 6G, dan komputasi kuantum.
Jalur produksi ini menandai kemajuan teknologi China dalam bidang chip fotonik, meskipun secara global masih berada di tahap pengembangan awal dibandingkan dengan negara maju. Namun, performa teknis yang baik diharapkan dapat mendorong inovasi dalam aplikasi teknologi masa depan.
Para ahli, seperti Profesor Jin Xianmin dari CHIPX di Shanghai Jiao Tong University, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras hampir dua dekade. Ini menjadi fondasi dalam memperkuat posisi China di industri chip teknologi tinggi.


